Rasi Fm – Dinas Pertanian Kabupaten Magetan memastikan musim hujan tahun ini lebih maju dibandingkan dengan tahun lalu. Pengawas Pengendali Organisme Pengganggu Dinas TPHPKP Kabupaten Magetan Suradi mengatakan, kondisi lahan pertanian di bagian hamparan di sejumlah kecamatan rawan terserang UPT karena sepanjang tahun petani menanami lahan sawah dengan tanaman padi. Lahan pertanian pada bagian bawah seperti di kecamatan Maospati dan lainnya harus mewaspadai UPT karena hampir sepanjang tahun petani bisa bertanam padi dengan pengairan dari sumur sibel.
“Kita masih sebentar lagi musim tanam, panen masih satu bulan lagi. Sekitar Bulan November akhir baru tanam untuk bagian bawah ini bisa 3 kali tanam padi, Untuk plaosan itu satu kali yang tengah bisa 2 kali. Untuk yang sentra tanaman baru Bulan November baru tanam,” ujarnya.
Suradi menambahkan, Dinas Pertanian Kabupaten Magetan berharap para petani yang menanam padi sepanjang tahun untuk memberikan jeda dengan menanam jenis polowijo untuk mencegah serangan UPT.
Untuk mencegah serangan UPT dan memperbaiki struktur tanah Dinas Pertanian menyarankan memanfaatkan dan membuat pestisida maupun pupuk ramah lingkungan dari bahan yang ada di sekitar lahan pertanian. Dinas Pertanian Kabupaten Magetan sendiri saat ini mengupayakan pembuatan pupuk dan pestisida alami yang nantinya akan dibagikan kepada kelompok tani.
“Diwaspadai UPT karena tidak ada berhenti siklus, sepanjang tahun padi terus. Kalau di daerah tengah masih ada palawijo, siklusnya kita hentikan di polowijo selesai. Untuk daerah bawah yang 3 kali ada yang 4 kali kita harus waspada, Untuk setiap saat kita sediakan agen hayati untuk pencegahan,” imbuhnya. (DmS)