RASI MAGETAN – Sebanyak 451 wisudawan dari Sekolah Lansia Tangguh (Selantang) yang berasal dari dua kecamatan, yaitu Kecamatan Magetan dan Kecamatan Ngariboyo, resmi diwisuda oleh Bupati Magetan, Nanik Endang Rusminiarti. Menurutnya Sekolah Lansia Tangguh (SELANTANG) Kabupaten Magetan menjadi wadah bagi para lanjut usia untuk tetap aktif belajar, mandiri, dan sehat di masa emasnya. Program Selantang merupakan program gagasan dari BKKBN melalui dinas PPKB dan PPPA Kabupaten Magetan dengan tujuan untuk mewujudkan cita-cita lansia yang berjiwa smart, produktif, dan bermartabat.Program ini diinisiasi sebagai upaya meningkatkan kualitas hidup para lansia agar tetap produktif, memiliki pengetahuan tentang kesehatan, dan mampu menjaga kebugaran fisik maupun mental secara mandiri. Melalui kegiatan belajar yang menyenangkan dan interaktif, para peserta diajak untuk terus berdaya serta memiliki semangat hidup yang tinggi.
Bupati Magetan Hj. Nanik Sumantri, M.Pd. menyampaikan bahwa tingkat harapan hidup di Kabupaten Magetan tergolong tinggi, bahkan melampaui rata-rata provinsi maupun nasional. “Saat sekarang ini harapan hidup di Kabupaten Magetan adalah 75 tahun. Ini mudah-mudahan nanti lebih meningkat lagi untuk harapan hidup khususnya lansia yang ada di Kabupaten Magetan,” terangnya saat mewisuda peserta selantang di Pendopo Surya Graha, Rabu (20/10/2025).
Pemerintah daerah, lanjutnya, terus mendorong program pemberdayaan lansia agar dapat menikmati masa tua dengan bahagia dan bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya.
Program selantang tidak hanya fokus pada edukasi kesehatan, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri dan kebersamaan antar peserta. Para lansia belajar berbagai hal, mulai dari menjaga kesehatan tubuh dan pikiran, mengelola stres, hingga menumbuhkan rasa syukur dan kebahagiaan. Kegiatan ini diharapkan dapat membentuk lansia yang tangguh, ceria, dan tetap aktif berkontribusi bagi masyarakat.
Salah satu wisudawan, Mei Sugihartini, mengatakan, selantang bukan sekadar tempat belajar, tetapi telah menjadi rumah kedua bagi para lansia. “Selantang bukan sekadar tempat belajar, tetapi telah menjadi rumah kedua bagi kami. Di sini kami diajak berpikir positif, menjaga kesehatan pikiran agar tetap jernih, serta hati agar selalu bersyukur. Kami belajar bahwa menjadi lansia bukan berarti harus diam dan pasrah, tetapi justru terus berbagi pengalaman dan memberikan inspirasi bagi generasi muda,” ujarnya. (DmS)