RASI MEDIA – Cadangan air di Waduk Gonggang, Kecamatan Poncol, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, masih memungkinkan untuk memenuhi kebutuhan irigasi pertanian dan air baku. Hingga Kamis, 1 Oktober 2026, elevasi muka air waduk tercatat 797,47 meter di atas permukaan laut atau mdpl.
Kepala Bidang Sumber Daya Air Dinas PUPR Magetan Yuli K. Iswahyudi mengatakan, kondisi tersebut masih cukup aman karena batas paling bawah pengambilan air berada pada elevasi 787 mdpl. “Kemarin elevasinya sekitar 797,47 mdpl. Sedangkan batas pengambilan paling bawah itu di 787 mdpl,” kata Yuli melalui sambungan telepon, Kamis.
Menurut Yuli, dengan elevasi tersebut masih terdapat sekitar 805.500 meter kubik air yang dapat dimanfaatkan. Air tersebut masih bisa digunakan untuk kebutuhan irigasi pertanian maupun air baku. “Kalau dihitung dari elevasi tersebut, masih ada kurang lebih 805.500 meter kubik yang bisa dimanfaatkan,” ujarnya.
Yuli memperkirakan cadangan air untuk irigasi masih aman hingga akhir Oktober, meskipun tidak terjadi tambahan hujan. Kondisi tanaman pertanian yang sebagian didominasi palawija dan sudah mendekati masa panen membuat kebutuhan air diperkirakan mulai menurun. “Untuk irigasi, kalau melihat kondisi tanaman sekarang, InsyaAllah masih aman sampai akhir Oktober, dengan catatan tidak ada tambahan. Kalau nanti sudah masuk panen, kebutuhan air juga akan berkurang,” katanya.
Namun, Yuli mengingatkan air waduk tidak dapat lagi dikeluarkan untuk irigasi apabila elevasi mencapai 787 mdpl. “Selama elevasinya masih di atas 787 meter, air masih bisa kita keluarkan. Kalau sudah sampai 787 mdpl, berarti airnya sudah tidak bisa kita keluarkan lagi,” tegasnya.
Selain untuk irigasi, Waduk Gonggang juga menjadi salah satu sumber air baku bagi wilayah selatan Magetan, termasuk Poncol, Parang, dan Lembeyan. Meski demikian, kebutuhan air baku tidak sepenuhnya bergantung pada waduk karena BDAM/PDAM masih memiliki sumber air lain berupa sumur dalam di sekitar Ngaglik. “Gonggang itu fungsinya ada dua, untuk irigasi dan juga untuk air baku. Untuk air baku, kita tidak hanya bergantung pada Gonggang,” ujar Yuli.
Ia menambahkan, sumur-sumur dalam tersebut dapat digunakan sebagai sumber tambahan apabila kondisi Waduk Gonggang mengalami penurunan signifikan. “Kalau memang kondisi darurat, sumur-sumur itu bisa digunakan untuk menambah suplai air baku,” kata Yuli.