Rasi Fm – Sejumlah OPD dan lembaga kemasyarakatan di Kabupaten Magetan menggelar rembug stunting untuk mengatasi dan menekan angka stunting.
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan Rohmat Hidayat mengatakan, rembug stunting yang dilaksanakan di Pendopo Surya Graha dimaksudkan untuk menyamakan tujuan dari program penanganan stunting dimana ada 8 aksi konvergensi yang dicanangkan pemerintah Kabupaten Magetan dalam penanganan kasus stunting.
“Karena ini terkait intervensi baik yang spesifik maupun yang sensitive. Kalau intervensi spesifik itu bidang kesehatan, Kalau yang sensitive terkait masalah sarana ketersediaan air bersih, lingkungan, pakan, papan dan lain sebagainya itu harus melibatkan sector yang lain. Dalam acara ini adalah merupakan bagian dari 8 aksi konvergensi stunting yang mana salah satu kegiatan adalah rembug stunting,” ujarnya.
Rohmat Hidayat menambahkan, upaya penanganan stunting di Kabuapten Magetan melalui aksi 8 konvergensi telah berhasil menekan angka stanting dimana angka stunting di Magetan mencapai 10, 17 persen, angka tersebut dibawah standar nasional yang mencapai 14 persen dari jumlah bayi yang menjalani bulan timbang.
Meski demikian pemerintah daerah Kabupaten Magetan akan terus melakukan 8 aksi konvergensi menekan kasus stunting mengingat stunting akan sangat mempengaruhi kualitas SDM dimasa yang akan datang.
“Alhamdulillah angka stunting berdasarkan bulan timbang sudah jauh dibawah standar yang ditetapkan nasional. Nasional itu target stunting dibawah target 14 persen tahun 2024 nanti, dan di Magetan kita sudah 10, 17 angka stuntingnya. Meski sudah rendah stunting masih ada, stunting ini kasus yang harus kita tangani. Dengan stunting ini dikhawatirkan kualitas sumberdaya manusia kita akan terganggu kemudian orang stunting saat dewasa resiko terkena penyakit degenerative itu semakin besar. Sebaiknya nol persen kasus stunting di Magetan, “ imbuhnya.
Selain menggelar rembug stunting kegiatan juga diisi dengan festival, pameran sejumlah produk dari umkm untuk mendukung pencegahan stunting, pelayanan kependudukan kartu identitas anak, pelayanan kesehatan serta olah raga bersama.
Sebanyak 34 desa di Kabupaten Magetan, dijadikan lokus penanganan stunting oleh Menteri Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Bapenas. (DmS)