Connect with us

News

Terima Pengaduan, Polres Magetan Buka Posko Pengaduan Nasabah Bank MSI : Jumlahnya Ribuan.

Published

on

Terima Pengaduan, Polres Magetan Buka Posko Pengaduan Nasabah Bank MSI : Jumlahnya Ribuan.

RASI FM – Kepolisian Resor Magetan, Jawa Timur membuka posko pengaduan setelah menerima sejumlah pengaduan nasabah Koperasi Mitra Sejahtera Indonesia (MSI). Kasatreskrim Polres Magetan AKP Joko Susanto mengatakan, pembukaan posko untuk menampung pengaduan masyarakat. “Kita belum tahu jumlah korbannya berapa. Kita akan bentuk posko di setiap kecamatan biar nanti nasabah korban itu didata dulu,” ujarnya ditemui di Polres Magetan Sabtu (26/4/2025).

Joko menambahkan, pihaknya telah meminta keterangan dari sejumlah nasabah yang diduga menjadi korban Koperasi Mitra Sejahtera Indonesia. Dia mengaku masih mendalami modus operandi dari Koperasi Mitra Sejahtera Indonesia ang dikeluhkan para nasabah tersebut. “Masih kita dalami. Kita sudah mengambil keterangan dari sejumlah nasabah,” imbuhnya.

Baca Juga:  Panen Tomat di Magetan Melimpah, Harga Justru Anjlok Rp 1.500 Per Kilogram

Lia guru di salah satu TK di Kabupaten Magetan nasabah dari Koperasi Mitra Sejahtera Indonesia (MSI) Kantor Cabang Belotan, mengaku membuat surat pengaduan ke Polres Magetan karena tidak bisa menarik tabungan siswanya yang berjumlah Rp 16 juta. Dia mengaku pada Hari Selasa (22/4) masih bisa menarik uang siswa. “Sejak Hari Rabu sudah tidak bisa. Kita tahunya dikasih tahu teman teman dan benar tabungan tidak bisa ditarik,” katanya.

Baca Juga:  Positif PMK di Magetan Menjadi 316 Ekor di 57 Desa, Peternak Dianjurkan Karantina Mandiri.

Lia mengaku 3 tahun terakhir memasukkan tabungan anak anak ke MSI karena pelayanannya bagus. Dia mengaku jumlah berapapun yang akan ditabung maupun yang akan ditarik petugas MSI mau mengantar ke sekolah. “Namanya juga anak anak tabungannya tidak banyak. Kita sudah 3 tahun dan selama itu baik baik saja karena kita senangnya itu berapapun tabungannya kita telepon petugasnya datang ke sekolah,” ucapnya.

Baca Juga:  Sempat Nol, Angka Kemiskinan Ekstrem di Magetan Kembali Menjadi 5.331 kepala Keluarga.

Dia mengaku sempat ke kantor cabang di Belotan, kemudian oleh kepala kantor cabang disarankan untuk membuat surat pengaduan ke Polisi. Meski tidak banyak uang tabungan siswanya, dia mengaku menyayangkan jika uang tabungannya benar benar tidak bisa diambil mengingat tabungan tersebut merupakan pembelajaran bagi siswa. “Ini kan ngajak siswa menabung. Senang mereka menabung tapi kejadian kayak gini. Kita menyayangkan anak anàk semangat malah seperti ini,” pungkasnya. (DmS)

Loading

Copyright © 2020 Rasi News | PT. RADIO SWARA SARANGAN INDAH FM