RASI FM – Desa Sumberdodol Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan memiliki potensi perikanan dan sayuran yang saat ini dikembangkan oleh Kelompok Pengolahan dan Pemasaran poklasar Banyu Bening. Salah satu potensi yang dikembangkan adalah tanaman selada air yang diolah menjadi nori. Biasanya nori dibuat dari rumput laut, namun di Desa Sumberdodol nori yang biasa di gunakan untuk membungkus nasi sushi dibuat dari selada air yang tumbuh subur disana. Surati selaku Ketua kelompok Pengolahan dan Pemasaran poklasar Banyu Bening Desa Sumberdodol mengatakan, pembuatan nori di Desanya berawal saat ada KKN dari poltek.
“Pembuatannya sejak ada KKn dari Poltek yang membuat nori dari jerembak atau selada sayur, terus kita teruskan dan kita kembangkan sampai saat ini,” ujar
Saat ini dengan kemasan baru nori buatan Poklasar Banyu Bening Desa Sumberdodol diharapkan akan bisa tembus pemasarannya hingga ke supermarket. Untuk pemasaran nori saat ini sudah merambah ke sejumlah kota besar di Pulau Jawa.
“Pemasarannya sampai ke Jakarta, Surabaya, Semarang ke semua kota di Pulau Jawa sudah. Mudah mudahan dengan kemasan baru dan peningkatan pengembangan kualitas Nori bisa tembus ke pasar super market,” imbuh Surati.
Untuk persayaratan legal formal nori dari Desa Sumberdodol sudah mengantongi NIB, PIRT dan sertifikasi halal. Selain nori, Poklasar Desa Sumberdodol juga mengembangkan kue kemasan cookis coklat nila, pempek ikan nila, dimsun ikan nila, tahu bakso ikan nila dan tortilla jerembak.
“Satu kemasan harganya Rp 10.000. Dalam sebulan bisa membuat 400 kemasan nori, tortilla maupun produk lainnya. Kita masih upayakan pendekatan untuk bisa masuk supermarket untuk mengembangkan pemasaran,” pungkas Surati.(DmS)