RASI FM – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kabupaten Magetan menggelar seminar akbar bertema “Guru Bermutu, Indonesia Maju” yang berlangsung meriah di GOR Ki Mageti, Sabtu (19/4) Sebagai program kerja ke 4 menjelang pelaksanaan pemilihan pengurus baru. Ketua PGRI Kabupaten Magetan, Sundarto, mengatakan, seminar akbar yang menghadirkan Marsha Chikita Fawzi dan Ketua PGRI Jawa Timur sebagai moderator serta dihadiri oleh Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Dardak menjadi salah satu agenda yang penting sebelum pemilihan pengurus baru. “Seminar ini menjadi salah satu agenda penting kami, sekaligus bagian dari program kerja keempat sebelum nanti dilanjutkan dengan Konferensi Kabupaten pada bulan depan untuk memilih kepengurusan periode 2025–2030,” ujarnya.
Melalui kegiatan seminar akbar tersebut para guru diharapkan akan memiliki kemampuan menguasai tekhnologi seperti AI untuk menunjang pendidikan serta memantau keterlibatan siswa dalam penggunaan tekhnologi. Menurutnya tekhnologi harus disikapi secara bijak agar para siswa nantinya mampu memanfaatkan tekhnologi dari sisi positif untuk pembelajaran. “Dengan motivasi mereka para guru juga mengikuti perkembangan jaman. Guru wajib menguasai AI dengan guru menguasai AI guru bisa memberikan pemahaman bagaimana menggunakan AI secara benar,” imbuhnya.
Sementara Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak dalam kesempatan tersebut mengapresiasi terhadap semangat guru-guru di Magetan dalam meningkatkan kompetensinya. Peran guru menurutnya sangat menentukan masa depan Indonesia. Sistem pendidikan yang terus mengalami perubahan menurutnya harus disikapi oleh guru dengan cerdas. Tidak mudah bagi guru melaksanakan tugsanya di tengah perubahan kurikulum yang begitu cepat. “Oleh karena itu, penting bagi pemerintah untuk terus menjaga komunikasi dan memberi semangat kepada para pendidik. Keluarga besar PGRI di sini semangatnya luar biasa, dukungan dari Pemkab dan DPRD juga luar biasa. PGRI adalah mitra strategis dan utama bagi kami dalam merumuskan dan mengimplementasikan kebijakan pendidikan. Karena pada akhirnya, kebijakan itu bukan hanya ditulis di kantor pemerintah, tapi dilaksanakan dengan tetes keringat dan jerih payah para guru,” ucapnya.
Selain kegiatan Seminar Akbar PGRI Kabupaten Magetan juga memiliki agenda penting Konferensi Kabupaten pada bulan depan untuk memilih kepengurusan periode 2025–2030. (DmS)