Connect with us

Ekonomi

Geluti Beternak Lebah Madu, Pemuda Desa Sukowidi Bisa Kumpulkan Puluhan Liter Madu Asli Setiap tahun.

Published

on

Geluti Beternak Lebah Madu, Pemuda Desa Sukowidi Bisa Kumpulkan Puluhan Liter Madu Asli Setiap tahun.

Rasi FM – Suroto pemuda Desa Sukowidi, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan sejak kecil menyukai beternak lebah madu, sejak orang tuanya mengajari bagaimana merawat koloni lebah madu melalui stup yang dibuat dari pohon kelapa. Kondisi alam di desa Sukowidi yang masih asri dengan banyaknya pohon dan tanaman berbunga menjadikan lingkungan tersebut menjadi lingkungan yang disukai lebah madu.

“Sejak kecil saya suka memelihara lebah madu karena disini alamnya masih asri dan tanaman yang bisa berbunga sebagai makanan lebah itu banyak,” ujarnya.

Baca Juga:  Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Magetan Pastikan Tidak Ada Kenaikan Harga Beras, Siap Operasi Pasar.

Suroto mengatakan memelihara lebah madu sejak tahun 2003 dan mulai mengajak rekan rekan pemuda di Desa Sukowidi untuk lebih menggeluti beternak lebah madu sejak tahun 2009 dengan membentuk kelompok pemuda peternak madu. Menimba ilmu beternak lebah melalui pelatihan dia kemudian intensif dengan membuat sarang lebah madu dengan stup.

“Untuk mengisinya kita biasanya mengamati lebah yang ada di alam, di waktu tertentu lebah itu melakukan pecah koloni, saat itulah kita mencoba mengembangkan lebah dengan stup yang kita pasang,” imbuhnya.

Baca Juga:  Disperindag Magetan Akan Tetap Gelar Operasi Beras Murah Hingga Harga Stabil.

Dalam satu tahun Suroto yang mempunyai stup sebanyak 20 buah mengaku bisa mamanen madu 2 kali. Dalam satu stup saat panen dia mengaku bisa menghasilkan 1,5 liter madu atau 3 liter pertahun dalam satu stup.

“Panennya bisa 3 kali di mongso 4 mongso 6 dan mongso 11, itu hitungan jawa. Tapi madu yang paling baik dan melimpah itu panen di bulan 6. Untuk bulan 4 tidak kita ambil untuk menjaga cadangan makanan karena kalau diambil, bulan 6 nanti panen madunya bisa berkurang,” ucapnya.

Baca Juga:  Masuk Level 3, Pemkab Magetan Siap Gelar PTM

Untuk satu botol madu ukuran sekitar 500 mililiter Suroto menjual madunya dengan harga Rp 400.000. Untuk pemasaran dia mengaku tak pernah menjual sendiri karena pesanan madunya tidak pernah sepi.

“Pemesannya bahkan sampai ke Surabaya, Jakarta dan lainnya. Kita tidak pernah menjual karena pembeli sudah pesan melalui wa atau telpon,” ucapnya.

Loading

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2020 Rasi News | PT. RADIO SWARA SARANGAN INDAH FM