Connect with us

Kesehatan & OlahRaga

Gawat, Nyamuk Aedesaegepty di Tujuh Kecamatan Resisten Terhadap Insektisida, Warga Magetan Diminta Tingkatkan PSN.

Published

on

Gawat, Nyamuk Aedesaegepty di Tujuh Kecamatan Resisten Terhadap Insektisida, Warga Magetan Diminta Tingkatkan PSN.

RASI FM – Tujuh Kecamatan di Kabupaten Magetan, Jawa Timur masuk wilayah nyamuk aedesaegepty yang resisten terhadap insektisida. Epidemolog Dinas Kesehatan Magetan, Agus Yudi Purnomo mengatakan, untuk menekan jumlah kasus DBD Dinas Kesehatan Magetan saat ini mencari metode baru untuk melakukan pemberantasan terhadap nyamuk aedessegety yang Tak lagi berpengaruh terhadap voging yang dilakukan. ”Nyamuk kita sudah kebal terhadap insektisida dan itu di semua wilayah 100 persen resisten. Ini di wilayah penggunaan insektisida pertaniannya massif seperti di Kecamatan Plaosan ini sudah 100 persen kebal. Kami sedang mencari strategi melakukan foging,” ujarnya.

Baca Juga:  Cerita Kader Kesehatan Kecamatan Bendo Gugah Kepedulian Masyarakat Terhadap Kesehatan Mata

Agus menambahkan, meski resisten terhadap insektisida namun pemberantasan nyamuk aedesaegepty dengan sistem PSN dengan menguras dan menutup rapat tempat penampungan air serta mendaur ulang barang bekas yang memiliki potensi menjadi tempat perkembangbiakan nyamuk masih sangat efektif. Pihaknya juga gencar memberikan sosialisasi kepada masyarakat terhadap pemahaman bahwa voging hanya membunuh nyamuk dewasa yang tidak berpengaruh terhadap jentik nyamuk yang tetap berkembang biak jika tidak disertai dengan kegiatan PSN. ”Starteginya bisa menaikkan dosis, kalau menaikan dosis kita jaga petugas dan masyarakat. Insektisida itu bukan jalan untuk mengatasi vector. Ada 3 tahap telur, larva, pupa ini baru mati dengan adanya gerakan, PSN masyarakat,” imbuhnya.

Baca Juga:  Akan Diperiksa Tim Riksus, Kasun Yang Tersandung Kasus Selingkuh di Magetan Mengundurkan Diri.

Hingga awal Januari 2025 Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan mencatat ada 3 kasus DBD yang terlapor. Tahun 2024 tercatat 599 kasus merupakan kasus tertinggi di Kabupaten Magetan salama 5 tahun terakhir dengan angka kematian 4 orang meninggal dunia. (DmS)

Baca Juga:  BPN Magetan Targetkan 11.000 Hektar Lahan Belum Bersertifikat Tahun Ini.

VISUAL NEWS klik

Loading

Copyright © 2020 Rasi News | PT. RADIO SWARA SARANGAN INDAH FM