Connect with us

Pariwisata

Di Tembok Tetangga , Warga Ponorogo Ini Harus Lompat Pagar Saat Masuk dan Keluar Rumah

Published

on

Di Tembok Tetangga , Warga  Ponorogo Ini Harus Lompat  Pagar Saat Masuk dan Keluar Rumah

Di Tembok Tetangga , Warga  Ponorogo Ini Harus Lompat  Pagar Saat Masuk dan Keluar Rumah

RasiFm – Wisnu Widodo Warga Desa Gandukepuh, Kecamatan Sukorejo, Kabupaten Ponorogo, terpaksa harus melompati pagar setinggi satu meter untuk bisa masuk dan keluar dari rumahnya. Melompati pagar beton untuk keluar rumah dilakukan Wisnu sejak akhir tahun 2016 lalu, saat tetangganya M memagar jalan desa yang berada di depan rumahnya. M beralasan jalan desa tersebut masih merupakan lahan miliknya.
“ Jalan kan tetap jalan. Ini jakan desa lo, tapi dia ngomong kalau punya letter c, ngomong punay sertifikat, kenyataannya bukti dipengadilan tidak ada. Padahal dipeta desa bahwa batas tanahmu itu ya jalan sama dengan pak Widodo,” ujarnya.
Wisnu menambahkan, sengketa pemagaran jalan desa didepan rumahnya bahkan sampai masuk ke ranah hukum. Hingga Bulan Maret lalu, Pengadilan Negeri Kabupaten Ponorogo memenangkan guguatan Wisnu. Dalam putusannya, pagar yang dibangun oleh M harus dibongkar, namun hingga hari ini pagar tersebut masih kokoh menghalangi aktifitas Wisnu. Sebenarnya jika mengikuti sejumlah bukti peta desa bahwa jalan yang di pagar tembok merupakan jalan desa, permaslaahan sudah seslesai di tingkat mediasi .
“Ada surat kepurusannya, tinggal eksekusi. Ini sudah disurus sama perangkat desa, kecamatan, koramil. Didalam peta desa, dikantor pertanahan memang jalan , bahkan mediasi dari lingkungan, kecamatan kantor pertanhan, sebebarnya sudah selesai sejak dahulu,” imbuhnya.
Kepala Desa Gandukepuh Kabupaten Ponorogo Suroso mengatakan, pihak desa sebelumnya telah beberapa kali melakukan mediasi antara kedua belah pihak untuk menyelesaikan permalasahan tersebut, namun menemui jalan buntu. Bahkan M sempat memasang pagar kawat berduri dilingkungan rumah Wisnu meski akhirnya kepala dusun berhasil menyelesaiakn permasalahan.
“Karena kami tuwo anaknya masih kecil diingatkan, tun , mbok ojo mager pakai kawat, terus diganti tembok itu. Malah semakin parah karena Widodo tidak bisa lewat,” katamya.
Terhadap keputusan Pengadilan Negeri Ponorogo, pihak desa rencannya akan membongkar pagar tembok yang memagari rumah Wisnu Widodo pada Hari Rabu depan .
Sementara M, selama ini sulit ditemui warga karena selalukeluar rumah pada dini hari dan pulang pada malam hari. Dari Ponorogo Adhims sukoco rasi fm melaporkan, kita kembali ke studio.(DmS).

Baca Juga:  Ini Cara Pemkab Magetan Dongkrak Kunjungan Wisata di Masa Pandemi

 184 total views,  3 views today

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *