Connect with us

Budaya&Pariwisata

Cerita Para Pelari Yang Telah Lebih 20 Tahun Ikut Napak Tilas Ngunut Magetan.

Published

on

Cerita Para Pelari Yang Telah Lebih 20 Tahun Ikut Napak Tilas Ngunut Magetan.

Rasi Fm – Diantara ribuan peserta napak tilas Ngunut – Magetan yang digelar tahun ini ada sejumlah pelari yang ternyata telah mengikuti kegiatan napak tilas lebih dari 20 tahun.

Irma salah satu pengajar di SMP N 1 Parang mengaku sudah 22 kali mengikuti napak tilas. Warga Madiun tersebut mengaku senang dengan kegiatan napak tilas Ngunut Parang.

“Kuncinya senang, selama 24 tahun bekerja disini saya sudah 22 kali ikut. Saya berharap Magetan di usia 347 tahun Magetan lebih maju, lebih smart, lebih makmur. Selama bekerja disini saya merasakan damai, tenang, makanya saya kerasan,” ujarnya.

Baca Juga:  Cerita Mbah Sampun Tentang Peredaran Uang Terbitan Pemerintah Kabupaten Magetan Tahun 1948.

Sementara Muin (70) merupakan warga Desa Mojorejo Kabupaten Caruban yang berprofesi sebagai petani sudah mengikuti kegiatan napak tilas di Magetan sejak Bupati yang menjabat merupakan Bupati Sihabudin yang menjabat pada tahun 1983-1988 atau sekitar 39 tahun lalu.

Dia mengaku absen mengikuti kegiatan napak tilas Ngunut – Magetan karena pandemi covid 19. Selain napak tilas ngunut – Magetan Muin mengaku juga mengikuti kegiatan napak tilas seperti Mojokerto –Surabaya, bahkan dia juga pernah mengikuti kegiatan napak tilas Sarangan – Soco yang diselenggarakan oleh pemerintah kabupaten Magetan.

Baca Juga:  Selamatan Haul Ki Hajar Wonokoso, Bentuk Toleransi Warga Kampung Wonomulyo.

“Senang saja saya ikut. Kalau saya dengar ada kegiatan napak tilas saya ikut. Ini saya dengar di radio. Dari caruban saya biaya sendiri. Dari maospati tadi ngojek karena tidak ada kendaraan trayek ke sini tadi siang,” katanya.

Semangat yang sama akan kegiatan napak tilas Ngunut – Magetan dalam memperingati HUT Kabupaten Magetan yang ke 347 juga diperlihatkan oleh Ade Zandria warga Desa Banjarejo Ngariboyo mengaku meski mengalami kram kaki hingga 2 kali dia tetap bersemangat sampai menginjak gari finish.

Baca Juga:  Arca di Reruntuhan Candi Kawasan Sepi Angin Hilang, Penggiat Budaya : Dari Arca Yang Hilang Bisa Diperkirakan Jaman Apa Candi Dibangun

Bahkan dia terpaksa dibantu oleh sejumlah panitia karena 10 meter dari garis finish kakinya kembali mengalami kram.

“ Tadi di belokan alun alun sempat ditolong orang karena kram tapi nekat sampai kram lagi tadi. Beruntung sampai finish. Senang saja bisa memeriahkan HUT Magetan ke 347,” ucapnya.(DmS)

 328 total views,  3 views today

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *