RASI MAGETAN – Pemerintah Kabupaten Magetan menggelar ziarah ke tujuh makam leluhur sebagai rangkaian peringatan Hari Jadi ke-350 Kabupaten Magetan yang jatuh pada 12 Oktober 2025 mendatang. Bupati Magetan Hj. Nanik Endang Rusminiarti mengatakan, tradisi tahunan ziarah 7 makam leluhur Bupati Magetan menjadi bentuk penghormatan kepada para pendahulu yang telah berjasa bagi Magetan.
Bupati Nanik menegaskan bahwa ziarah leluhur tidak hanya menjadi bentuk penghormatan, tetapi juga wujud syukur pemerintah dan masyarakat Magetan. Selain ziarah, kegiatan turut diisi dengan penyerahan bantuan sembako secara simbolis oleh Bupati bersama Forkopimda kepada warga penerima manfaat. “Ini bagian dari doa dan rasa syukur kita atas perjuangan leluhur sekaligus kepedulian kepada masyarakat. Tadi ada pembagian kreweng, nanti kreweng ditukar dengan makanan bagi warga,” ujar Bupati Nanik.
Sementara Ketua DPRD Kabupaten Magetan Kang Ratno mengatakan, tradisi ziarah 7 makam leluur merupakan bentuk penghargaan dan mengenang perjuangan para pendahulu untuk membawa Kabupaten Magetan menuju ke arah yan lebih baik. Ziarah 7 makam juga bentuk literasi terhadap sejarah perjalanan Kabupaten Magetan hingga di usai ke 350 tahun. “Kita menghargai jasa pendiri dan leluhur kita yang berjuang mempertahankan dan memajukan Kabupaten Magetan. Banyak petisalasn kita ternyata ini tanah perdikan. Magetan ini trah mataraman, kita turut bersyukur adanya makam leluhur , seyogyanya kita turut merawat,” katanya.
Rangkaian ziarah dimulai dari Makam Ki Mageti di Kelurahan Magetan, kemudian berlanjut ke Makam Eyang Yosonegoro (Kelurahan Tambran), Nrang Kusumo (Kelurahan Bulukerto), Madu Retno (Gunung Bancak), Kertonegoro (Kelurahan Kepolorejo), Purwodiningrat (Desa Pacalan), dan ditutup di Makam Ronggo Galih (Desa Durenan) pada Senin (06/10/2025). Di Makam Ronggo Galih, rombongan juga melaksanakan pembagian kreweng yang bisa ditukarkan dengan makanan sebagai bagian dari tradisi rasa syukur. (DmS)