Connect with us

News

Perilaku Peternak Kampung Susu Lawu Jadi Sumber Pencemaran.

Published

on

Perilaku Peternak Kampung Susu Lawu Jadi Sumber Pencemaran.

Rasi Fm – Perlilaku peternak di Kampung Susu lawu disinyalir menjadi penyebab pencemaran sungai di wilayah Kecamatan Plaosan. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Magetan Saif Muchlisun mengatakan, standar kebersihan pada peternakan sapi perah mengharuskan sapi dibersihkan 2 kali sehari.

Ketersediaan air di Singolangu yang melimpah membuat peternak lebih memilih membersihkan kotoran sapi dengan cara disemprot air dan kotoran dialirkan ke selokan yang akan bermuara ke Sungai, padahal aliran sungai dari Singolangu dimanfaatkan oleh warga yang berada di bagian hilir untuk pengairan sawah dan kebutuhan lainnya.

Baca Juga:  Ditengah Kenaikan Harga Gabah, Petani di Ngariboyo Keluhkan Tanaman Padi Diserang Wereng Jelang Panen.

“Kebiasaan warga disana itu karena murah air tidak mau mengumpulkan. Ini sejak dulu karena airnya banyak itu disemprot, kandang itu punya aliran ke got, got ke sungai yang ada di Pacalan. Ini yang ingin kita edukasi agar masyarakat memisahkan limbah padat. Ini faktor utama,” ujarnya.

Baca Juga:  Gelar Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat, Poltekkes Kemenkes Surabaya Laksanakan Pelatihan Desa Tangguh Krisis Kesehatan di Desa Jajar.

Saif Muchlisun menambahkan, pihaknya bersama Dinas peternakan sudah membangun rumah kompos di Kampung Susu Lawu, sayangnya warga enggan mengelola kotoran sapi padat dengan membawa kotoran tesebut ke rumah kompos. Minimnya lahan warga untuk melakukan penampungan sementara kotoran sapi milik mereka juga menjadi kendala dalam perilaku warga mengelola limbah kotoran sapi.

“Dinas Peternakan itu sudah menyiapkan , tinggal masyarakat disana mengumpulkan, disana ada petugas itu mengambil dan sudah kita siapkan rumah komposnya,” imbuhnya.

Baca Juga:  Warga Ngawi Tangkap Pencuri Ayam, Endingnya Malah Kasihan Dilepaskan Karena Mengaku Untuk Perbaiki Rumahnya yang Rusak.

Solusi jangka menengah untuk mengatasi pencemaran sungai yang ada di kampung susu lawu menurut Saif Muchlisun adalah dengan sosialisasi untuk mengubah perilaku perawatan sapi perah dengan menampung kotoran padat dan mengelola limbah cair milik peternak. Di Kampung Susu Lawu setidaknya lebih dari 200 sapi perah dipelihara oleh warga untuk diambil susunya. (DmS)

Loading

Copyright © 2020 Rasi News | PT. RADIO SWARA SARANGAN INDAH FM