Connect with us

News

Warga Magetan Keluhkan Sungai Di Desanya Berwarna Pink dan Berbau.

Published

on

Warga Magetan Keluhkan Sungai Di Desanya Berwarna Pink dan Berbau.

RASI FM – Warga Desa Banjarejo, Kecamatan Ngariboyo , Kabupaten Magetan mengeluhkan bau busuk menyengat dari aliran sungai di desanya. Selain berbau menyengat aliran sungai di desa tersebut juga berwarna merah muda atau pink. Suwito warga setempat mengaku setiap musim kemarau sungai di desanya dipastikan tercemar limbah pengolahan kulit yang berada di desanya sendiri. Bau busuk menyengat sangat dirasakan warga saat malam hari.

“Sudah lama ini , sudah bertahun tahun, Ini limbah pabrik kulit dari dukuh sebelah. Tiap tahun pasti begini, kondisinya merah. Ikan saja mati disini tidak ada yang hidup. Baunya kalau malam, biasanya buangnya sore. Kalau musim penghujan tidak seberapa,” ujarnya.

Baca Juga:  Enam SPPG di Magetan Terhenti Sementara karena Dana Belum Cair

Suwito mengaku jika kondisi sungai di desanya mengalami pencemaran sudah lama terjadi. Jika musim hujan limbah yang dibuang oleh pengolah kulit didesanya tidak begitu dikeluhkan warga karena limbah tersebut langsung terbawa aliran sungai. Namun saat musim kemarau seperti saat ini, selain bau busuk menyengat juga sungai berubah warna. Warga berharap ada tindakan dari aparat hukum untuk menertibkan perlaku usaha pengolahan kulit yang tidak memiliki ipal dan memilih membuang limbah pengolahan kulit ke sungai.

Baca Juga:  Bus Rombongan Wisata dari Semarang Jatuh di Jurang Jalur Sarangan - Cemoro Sewu, 7 Penumpang Tewas. 

” Dulu dulu sebelum ada limbah begini ikan hidup semua. Kalau di desa bawah itu pengaruh terhadap pertanian, tetap hidup tapi hasilnya tetap berkurang,” imbuhnya.

Sementara Kepala Desa Banjarejo Jumiran mengaku tidak mengetahui adanya dugaan pencemaran yang terjadi di sungai yang hanya berjarak sekitar 100 meter dari Balai Desa tersebut. Dia mengaku baru mengetahui sungai di kawasan desanya berubah warna pink dari konfirmasi jurnalis. Dia mengaku ada sekitar 20 pengrajin kulit didesanya yang diduga menjadi penyebab adanya dugaan pencemaran di sungai yang merubah aliran sungai menjadi pink. Dia mengaku akan melaporkan hal tersebut ke Dinas Lingkungan Hidup kabupaten Magetan.

Baca Juga:  Ini Rekomendasi Bupati Magetan Terkait Ribut Ribut Pengembalian Anggaran Pembangunan Jalan di Desa Taji.

“Penyamak kulit di desa Banjarejo sekitar 20 an, pada kesmeptan kali ini kami belum sempat ke dinas, karena baru 2 hari ini kita tahu,” katanya. (DmS)

VISUAL NEWS klik

Loading

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2020 Rasi News | PT. RADIO SWARA SARANGAN INDAH FM