Connect with us

Hukum&KRIMINAL

Ini Rekomendasi Bupati Magetan Terkait Ribut Ribut Pengembalian Anggaran Pembangunan Jalan di Desa Taji.


Published

on

Ini Rekomendasi Bupati Magetan Terkait Ribut Ribut Pengembalian Anggaran Pembangunan Jalan di Desa Taji.

Rasi Fm – Bupati Magetan telah merekomendasikan kepada Inspektorat Kabupaten Magetan terkait ribut ribut pengembalian uang sisa pembangunan jalan tembus sawah yang telah digunakan untuk pembangunan punden desa Taji. Bupati Magetan Suprawoto mengatakan, pihaknya telah memberikan rekomendasi kepada inspektorat terkait ribut ribut pengembalian uang Rp 35 juta rupiah dengan penyelesaian administrasi.
“Saya sudah minta kepada inspketorat, kalau disposisi harus sesusai ketentuan karena saya selaku bupati disumpah untuk menjalankan sesuai ketentuan dan kewajiban saya untuk melindungi orang yang lemah. Seingat saya sudah saya sampaikan ke inspektorat. Ini lebih ke administrasi,” ujarnya.
Sebelumnya inspektur pada inspektorat Kabupaten Magetan Imam Fauzi mengatakan pihaknya telah menyerahkan rekomendasi kepada Bupati Magetan minggu lalu dan masih menunggu hasil keputusan Bupati. Rekomendasi yang diberikan diantaranya adalah pengembalian sisa anggaran pembangunan jalan tembus sawah meskipun anggaran tersebut telah digunakan untuk membangun punden desa. Inspektorat mencatat pengembalian anggaran Rp 35 juta sebelumnya menjadi obyek audit lagi karena seharusnya uang pengembalian dimasukkan ke rekening desa. Saat pengembalian, uang sebesar Rp 35 juta disimpan di bank atas nama rekening kepala desa dan bendahara desa di luar rekening desa.
“Di desa itu kan satu rekening. Biar dipindah di situ saja. Artinya dipindah ke pemasukan desa masuk rekening desa itu akan menjadi obyek audit lagi karena salah pintu, seharusnya pintunya itu masuknya sini,” katanya.
Ribut ribut pengembalian uang sisa pembangunan jalan tembus sawah berawal dari Kepala Dusun Selawe Terito Tandra yang harus mengembalikan sisa uang pembangunan jalan sawah sebesar 35 juta rupiah meskipun telah digunakan untuk membangun makam punden. Permintaan pengembalian sisa uang pembangunan jalan tembus sawah berawal dari Kepala Desa Taji melalui rapat desa dengan alasan adanya penyelewengan anggaran karena sejumlah masyarakat mengeluhkan pembangunan selokan jalan sedalam 2 meter sehingga warga kesulitan melakukan irigasi.
Selain harus mengembalikan uang 35 juta, Kasun Selawe juga harus meminta maaf kepada warga dan dituntut untuk mengundurkan diri dari jabatan kasun serta mengerjakan proyek jalan desa dan pengadaan lampu jalan senilai 139 juta rupiah.(DmS)

Baca Juga:  Menguntungkan, Desa Taji Kembangkan Kebun Melon Untuk Karangtaruna.

 455 total views,  3 views today