Rasi Fm – Selama penyakit mulut dan kuku terjadi di Kabupaten Magetan, populasi sapi perah di Kampung Susu Lawu Singolangu mengalami penurunan sebesar 30 persen.
Kamituwo Kampung Singolangu Slamet Waluyo mengatakan, jumlah populasi sapi perah yang sebelumnya mencapai 300 ekor sapi saat ini menyurun menjadi 211. PMK juga berpengaruh terhadap upaya inseminasi buatan, dan banyak kelahiran sapi perah yang mati.
“Dari 300 menjadi 211 sekitar 30 persen. Kalau sapi merah habis. Pengaruhnya sapi sukar IB, kalau di IB susah jadi, Produksi sebelumnya 15 sekarang tinggal 8, mengembalikan ke semula susah,” ujarnya.
Slamet Waluyo menambahkan, Sejumlah upaya telah dilakukan peternak dan Dinas Peternakan Kabupaten Magetan untuk mengembalikan jumlah populasi sapi perah di Kampung Susu Lawu Magetan seperti upaya vaksin dan pendataan sapi perah yang ada.
“Perlu waktu, sapi yang ada sudah divaksin. Kalau mau diganti sekarang kan masih ada sisa PMK, kita masih menunggu perkembangan,” imbuhnya.
Saat ini peternak masih berupaya meningkatkan kembali produksi susu sapi segar dengan melakukan perawatan rutin sapi perah yang ada serta melakukan upaya sosialisasi gerakan minum susu dengan menggelar kegiatan seperti suwan suwun Singolangu yang digelar beberapa waktu lalu. (DmS)