RASI MAGETAN – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Magetan kewalahan melayani permintaan warga untuk merapikan pohon jelang musim hujan. Hingga akhir September 2025, tercatat sekitar 20 permintaan masuk, namun banyak yang belum tertangani. Kepala DLH Magetan Saif Muchlisun menyebut keterbatasan personel menjadi kendala utama. “Petugas kami hanya empat orang, sementara permintaan banyak. Jadi masyarakat mohon bersabar,” ujarnya.
Muclis menambahkan, masyarakat dipersilahkan melaporkan jika ada pohon yang harus dirapikan meski personil yang dimiliki masih sangat terbatas,.Ia menegaskan laporan tetap diterima lewat surat resmi, kanal informasi LH, maupun aduan langsung, tetapi eksekusi harus menunggu giliran. “Boleh pakai lewat surat resmi, kanal informasi LH, maupun aduan langsung, akan kita tindak lanjuti,” imbuhnya.
Selain memangkas pohon, DLH juga menggerakkan program Jumat Minggu Bersih (Juminingsih). Program Juminingsih merupakan , sebuah gerakan yang digagas Pemerintah Kabupaten Magetan untuk menjaga kebersihan dan melestarikan lingkungan. Gerakan ini melibatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat umum untuk membersihkan lingkungan kerja dan permukiman, serta meningkatkan kesadaran akan pengelolaan sampah. “Banjir itu bukan karena air, tapi karena sampah. Makanya kami dorong Juminingsih supaya sungai bersih,” tegasnya.
Langkah ini menjadi salah satu strategi pemerintah Kabupaten Magetan mengurangi potensi banjir saat musim penghujan tiba. (DmS)