News
Tak Suka Nasi, Dewanda Dapat Menu Kentang di Menu MBG.
Dari 15 dapur MBG yang telah beroperasi telah melayani sekitar 45.000 siswa serta 400 ibu hamil dan menyusui. Terkait upaya mencegah terjadinya keracunan ada tim pengawas yang mengawasi dari bahan menu MBG hingga masakan siap disajikan kepada para siswa
Published
8 bulan agoon
By
rasinews
RASI MAGETAN – Dewanda siswa kelas VII SMP N 1 Magetan, Jawa Timur mendapatkan menu agak berbeda dibandingkan siswa lainnya. Tak ada nasi di dalam empreng menu MBG seperti menu siswa lainnya. Ada 4 potong kentang yang digoreng sebagai ganti nasi yang dia santap. “Yang lainnya sama, ada ayam dibumbu kecap, ada sayur buncis kacang merah, ada tempe dan ada melon. Cuman saya tidak makan nasi, sejak kecil saya suka makan kentang,” katanya saat Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti melakukan sidak MBG Senin (29/9/2025).
Dewanda mengaku memang meminta menu nasi di ganti dengan kentang. Terkadang jika tidak ada kentang di dalam menu dan diganti nasi dia mengaku tetap akan memakan menu MBG baik sayur maupun lauk dan buah yang disajikan. “Tetap saya makan kalau pas tidak ada kentangnya. Sayur buah, semua saya makan,” imbuhnya.
Sementara Komandan Kodim 0804 Magetan Letkol Inf Hasan Dasuki memastikan dari 15 dapur MBG yang telah beroperasi telah melayani sekitar 45.000 siswa serta 400 ibu hamil dan menyusui. Terkait upaya pengawasan untuk mencegah kasus keracunan di Magetan akan dibangun pos pengawasan MBG yang akan dibangun di Jl Basuki Rahmat. ”Kita sudah membentuk tim satgas untuk pengawasan, nanti masyarakat bisa langsung lapor ke pos satgas yang ada di sebelah Utara Alun Alun Magetan. Setiap laporan akan ditindaklanjuti oleh Satgas,” katanya.
Dalam sidak MBG di SMPN 1 Magetan Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti memastikan jika kecukupan gizi yang disajikan memenuhi standar kebutuhan gizi siswa. Dia mengatakan, terkait upaya mencegah terjadinya keracunan ada tim pengawas yang mengawasi dari bahan menu MBG hingga masakan siap disajikan kepada para siswa. Dia juga memastikan jika sampai saat ini pelaksanaan Program MBG berjalan dengan baik tanpa adanya kasus keracunan. “Untuk pengawasan ada tim monitoring terhadap SPPG untuk memastikan makanan yang disajikan higienis dan sehat. Sampai saat ini program MBG berjalan dengan baik tanpa ada kasus,” ujarnya. (DmS)
VISUAL NEWS klik
745 total views, 3 views today
You may like

Terkendala Pencairan Dana Operasional, 30 SPPG di Magetan Belum Beroperasi.

Liput SPPG yang Diduga Sebabkan Keracunan, Jurnalis di Ngawi Diusir dan Diancam.

Dorong MBG Efek, Camat Plaosan Upayakan Kerja Sama SPPG dengan Petani untuk Pasok Sayuran Program MBG.

Polres Magetan Pastikan Makanan SPPG Aman dan Bergizi Lewat Pemeriksaan Tim Dokkes

Memahami Dinamika Birokrasi, Welly Kristanto Resmi Dilantik sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Magetan

TMMD ke-126 di Wilayah Korem 081/DSJ Resmi Selesai, Dukung Ketahanan Pangan Nasional


