RASI FM – Status M guru agama yang mengajak nginap di hotel siswi SD dan mencabuli hingga 5 kali sebagai ASN masih ngambang pasca pengadilan Negeri Kabupaten Magetan menjatuhkan vonis 9 tahun atas kasus pencabulan anak dibawah umur. Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Magetan, Suwata mengatakan, meski status ASN M masih ngambang namun seluruh haknya sebagai ASN telah diputus.
“Sekarang sudah diputus hak hak kepegawaiannya karena dia sudah murni menjalani putusan hukum tetap dan dinyatakan terbukti bersalah. Kalau itu sudah dijalani selesai, kita jalani penjatuhan sanksi. Statusnya ngambang, dia lepas hak haknya, dia tidak dapat seperti gaji dan lainnya. Statusnya belum dikeluarkan,” ujarnya.
Suwata menambahkan, untuk melakukan pemberhentian baik secara tidak hormat maupun secara hormat status M sebagai ASN, pemerintah daerah masih menunggu M menyelesaikan masa hukuman selama 9 tahun. Sesuai ketentuan, pemerintah daerah baru bisa memutuskan status M yang terbukti bersalah melakukan tindak kejahatan pencabulan terhadap anak dibawah umur baru bisa dilakukan setelah M menyelesaikan masa hukuman di lapas Magetan.
“Begitu dia keluar ada surat bukti keluar dari lapas, surat itu sebagai dasar kita. Sebetulnya sudah proses, yang penting putusan pengadilannya yang dinyatakan bersalah. Kalau itu proses menjalaninya, sekarang belum bisa menjalani proses kepegawaiannya karena masih menjalani pidana tapi administrasi sudah jalan. Nanti begitu keluar dia sudah menerima SK kepegawaiannya apakah diberhentikan secara hormat atau diberhentikan secara tidak hormat,” imbuhnya.
Sebelumnya Majelis Hakim Pengadilan Negeri Magetan, menjatuhkan hukuman 9 tahun penjara dengan denda Rp 15 juta dan subsider pidana kurungan 1 bulan terhadap M guru agama yang mengajak menginap di hotel siswa SD dan mencabulinya hingga 5 kali. (DmS)