Connect with us

Ekonomi

Warung Gotong Royong, Tetap Eksis Pasca Pandemi Covid 19 Melandai

Published

on

Warung Gotong Royong, Tetap Eksis Pasca Pandemi Covid 19 Melandai

Rasi Fm – Kegiatan warung Gotong Royong yang sempat menjadi tumpuan warga saling berbagi di saat pandemi covid 19 melanda di Kabupaten Magetan tahun 2019 lalu saat ini ternyata masih eksis dengan kegiatan berbagi meski pandemi covid 19 mulai melandai. Koordinator Warung Gotong Royong Desa Bedagung, Kecamatan Panekan Surtinah mengatakan, kegiatan yang dilaksanakan sejak pandemi covid 19 melanda tersebut saat ini tetap dilaksanakan di desanya dengan kegiatan berbagi setiap 2 Minggu sekali.

Baca Juga:  Ajukan 3 Raperda Perijinan dan Retribusi, Bupati Magetan Berharap ada Perluasan Obyek Retribusi Untuk Tingkatkan Retribusi.

“Waktu pandemi memang seminggu sekali, namun seiring melandainya covid 19 kegiatan dilaksanakan 2 Minggu sekali di setiap RT dimana disini ada 14 RT,” ujarnya.

Dimasa pandemi covid 19 melandai keberadaan warung gotong royong menurut Surtinah masih dibutuhkan warga untuk saling bisa berbagi mengingat masih adanya warga yang membutuhkan.

“Ini juga sarana bagi warga di desa sini untuk tetap menjaga rasa persaudaraan. Kita bisa berbagi melalui kegiatan ini karena masih ada warga yang membutuhkan. Ini sarana untuk saling membantu diantara warga sendiri,” ucapnya

Baca Juga:  Dikelola BUM Des, Warga Desa Gebyog Bisa Dapatkan Gas LPG 3 Kilogram Rp 16.000

Fungsi warung gotong royong tak bergeser karena kegiatan tersebut dimaksudkan untuk saling berbagi disaat pandemi covid 19 dimana pada saat itu banyak warga yang kesulitan memenuhi kebutuhan hidup dikarenakan penerapan PPKM untuk mencegah meluasnya Covid 19. Sutiyem salah satu warga yang menukar hasil panen kebunnya mengatakan, tak hanya sebagai sarana untuk berbagi, warung gotong royong juga sarana bertukar komoditas yang dibutuhkan warga.

Baca Juga:  Pengusaha Telur Asin Asal Magetan Ini Berbagi Resep Agar Pembuat Telur Asin Bisa Bertahan Dimasa Pandemi.

” Saya tadi bawa ubi, ini tukar dengan sayur terong dan kelapa serta rambak karena saya mau masak sayur lodeh. Kebetulan punyanya ubi jadi saya tukar disini biar yang pengen ubi bisa dapat disini,” kata Sutiyem salah satu warga yang menukar hasil panen kebunnya.(DmS)

Berita dalam bentuk Audio Visual Klik >>>  DI SINI

 728 total views,  3 views today

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *