Connect with us

News

Polres Magetan Tetapkan Penjaga Perlintasan Kereta Api Tersangka Dalam Kecelakaan KA Malioboro yang Tewaskan 4 Pemotor.

Published

on

Polres Magetan Tetapkan Penjaga Perlintasan Kereta Api Tersangka Dalam Kecelakaan KA Malioboro yang Tewaskan 4 Pemotor.

RASI FM – Kepolisian Resor Magetan, Jawa Timur menetapkan AS, penjaga palang pintu perlintasan kereta api JPL 08 Magetan sebagai tersangka dalam kecelakaan KA Malioboro yang menabrak 7 sepeda motor yang menewaskan 4 orang dan melukai 5 pemotor di Kelurahan Mangge, Kecamatan Barat, Kabupaten Magetan pada Senin (19/5) lalu. Kapolres Magetan AKBP Raden Erik Bangun Prakasa mengatakan, penetapan tersangka dilakukan berdasarkan keterangan dari sejumlah saksi.

Baca Juga:  Jalan Nggenengan - Gorang Gareng Rusak Parah, Ini Langkah Dinas PUPR Magetan Tahun Ini.

“Kami sudah menetapkan tersangka berdasarkan olah TKP dan bukti petunjuk yang ada, kami telah melaksanakan pemeriksaan dari Kadaop 7, asisten masinis, Polsuska dan penjaga perlintasan kereta api itu sendiri serta saksi pada peristiwa tersebut,” ujarnya ditemui di pendopo Surya Graha Senin malam (26/5/2025)

Raden Erik Bangun Prakasa menambahkan, dari hasil keterangan para saksi dan pengakuan tersangka yang mengaku telah lalai menjalankan tugas menutup dan membuka pintu perlintasan padahal telah menerima informasi akan adanya 2 kereta yang melintas.

Baca Juga:  355 CPNS Ponorogo Jalani Pemberkasan, Begini Prosesnya

“Yang bersangkutan telah menerima kabar terkait akan melintasnya 2 kereta, yaitu kereta Mataremaja dan Malioboro ekspres. Namun pada pelaksanaanya yang bersangkutan lupa atau lalai membuka palang pintu tesebut sehingga terjadilah kecelakaan lalulintas yang mengakibatkan 4 orang meninggal dunia dan 5 orang luka luka,” imbuhnya.

Baca Juga:  Dari Giat Anjang Sana Penyintas Celebral Palsy di Magetan , Cara Menguatkan Sesama Orang Tua

Polisi akan menjerat tersangka dengan Pasal 359 dan Pasal 360 KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan kematian dan luka-luka dengan ancaman pidana 5 tahun penjara. “Ancaman kurang lebih lima tahun penjara,” punkas Raden Erik Bangun Prakasa. (DmS)

VISUAL NEWS klik

 463 total views,  6 views today