Connect with us

News

Pasca Rumah Warga Tertimpa Batu Raksasa, BPBD Kabupaten Ponorogo Sinyalir Masih ada Potensi Longsor Susulan.

Published

on

Pasca Rumah Warga Tertimpa Batu Raksasa, BPBD Kabupaten Ponorogo Sinyalir Masih ada Potensi Longsor Susulan.

RASI FM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur mensinyalir masih ada potensi susulan batu besar lainnya longsor mengenai rumah warga. Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Ponorogo, Masun mengatakan, secara kasat mata masih ada 2 rumah yang berada di samping rumah Narto warga Desa Ngilo-ilo, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, yang rumahnya tertimpa batu berdiameter 4 meter beberapa waktu lalu yang terancam longsoran. “Kami telah melayangkan surat ke PVMBG untuk melakukan koordinasi dan Mitigasi Bencana Geologi. Kalau secara kasat mata iya, makanya dibutuhkan kajian,” ujar ya melalui pesan singkat Selasa (26/2/2025)

Baca Juga:  Masuk Musim Kemarau, Petani di Magetan Memilih Mencari Pasir dan Batu.

Masun menambahkan, kajian akan dilakukan terkait jenis batuan, kemiringan serta medan luncur dari batu untuk dilakukan antisipasi. “Apa jenis batu nya, kemudian kemiringannya seperti apa, medan luncurnya kemana. Karena tidak mesti rumah yang dimaksud akan terkena. Kan ada hitungan dan ilmunya,” imbuhnya.

Ini terbongkar saat tim gabungan terdiri dari Badang Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Polres Ponorogo dan pihak terkait ke rumah Narto yang tertimpa batu raksasa di Desa Ngilo-ilo, Kecamatan Slahung, Kabupaten Ponorogo, Jatim.

Baca Juga:  Peredaran Rokok Ilegal Semakin Meningkat, Hingga Bulan Februari Bea Cukai Madiun Amankan 1,2 Juta Batang Rokok Ilegal Dengan Nilai Ultimum Remidium Rp 1 Miliar Lebih.

Surat untuk melakukan koordinasi telah disampaikan oleh BPBD Kabupaten Ponorogo dan saat ini masih menunggu tim turun melakukan kajian lapangan terkait potensi bencana dan antisipasinya. Hasil kajian akan digunakan untuk mengambil langkah pencegahan adanya korban jiwa dan harta.

Dimana koordinasi dengan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dimaksudkan untuk memastikan apakah wilayah Ngilo-ilo, menjadi wilayah rawan longsor batuan. “Biasanya sepekan setelah bersurat mereka turun. Harapannya awal Maret sudah ada asesment, kalau ada penilaian itu ada rekomendasi apakah warga sekitarnya geser atau pindah. Seperti yang di Desa Bekiring, Talun, Sriti kasusnya sama dimana ada penilaian dari pihak berwenang bidangnya PVMBG,” ucapnya.

Baca Juga:  Berikan Beasiswa Kepada Atlet Berprestasi, Rektor Unesa: Unggulan Kami Adalah Olahraga

Sebelumnya, sebuah batu raksasa dengan diameter sekitar 4 meter longsor menimpa rumah Narto (50) warga di Desa Ngilo Ilo, Kecamatan Slahung, Ponorogo pada Sabtu (22/2) pada pukul 15.00 wib.. Meski tidak ada korban jiwa namun pemilik rumah kehilangan rumah bagian dapur dan bangunan toko, sepeda motor, kulkas dan etalase toko miliknya hancur .(DmS)

Loading

Copyright © 2020 Rasi News | PT. RADIO SWARA SARANGAN INDAH FM