RASI MAGETAN – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak sumber daya manusia unggul di bidang olahraga, disabilitas, dan seni. Rektor Unesa Prof. Dr. Nurhasan, M.Kes menegaskan bahwa Unesa menjadi kampus yang konsisten memberikan beasiswa bagi atlet-atlet berprestasi, baik di tingkat nasional maupun internasional. “Unesa unggulannya adalah olahraga, umbilinya juga olahraga,” tegas Prof. Nurhasan dalam sambutannya pada kuliah umum bersama Presiden ke-6 RI, Prof. Dr. Susilo Bambang Yudhoyono di Kampus Unesa 5 Magetan, Sabtu (18/10/2025).
Rektor menjelaskan, hampir semua cabang olahraga yang ada di Indonesia memiliki mahasiswa yang menempuh pendidikan di Unesa. Sejumlah atlet nasional seperti Moto 2 Mario Aji dan Marselino dari cabang sepak bola, hingga atlet disabilitas peraih medali paralimpik juga tercatat sebagai mahasiswa Unesa. Bahkan beberapa di antaranya merupakan atlet ganda putri peraih medali Olimpiade. “Kami hampir semua cabang olahraga punya mahasiswa di Unesa. Mereka kami beri beasiswa, termasuk atlet yang kemarin berangkat ke ajang internasional meski belum mendapatkan medali, kami tanggung beasiswanya sampai lulus,” ujar Nurhasan.
Ia menegaskan bahwa dukungan tersebut bukan sekadar bentuk penghargaan atas prestasi, tetapi juga komitmen agar para atlet memiliki masa depan yang jelas setelah pensiun dari dunia olahraga. “Kami ingin ketika mereka tidak lagi menjadi atlet, mereka tetap punya ijazah dan keterampilan. Mereka bisa dihargai karena punya pendidikan tinggi. Karena syarat untuk mendapatkan penghasilan dan karier tetap itu minimal lulusan perguruan tinggi,” jelasnya.
Nurhasan juga mengajak perguruan tinggi lain di Indonesia untuk ikut berpartisipasi dalam memikirkan masa depan atlet berprestasi. Menurutnya, Unesa tidak ingin berjalan sendiri, tetapi menjadi pemantik bagi lembaga pendidikan tinggi lain agar turut memberikan ruang belajar bagi para atlet nasional. “Kami ini pemantik. Kami berharap perguruan tinggi lain ikut memikirkan adik-adik kita, atlet-atlet hebat bangsa ini, agar mereka bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 dan S3,” ujarnya.
Selain fokus pada olahraga, Unesa juga menyiapkan program pendidikan bagi calon dosen praktisi di bidang olahraga. Nurhasan menilai dosen di Unesa tidak hanya dituntut berpikir akademis, tetapi juga harus memiliki keterampilan praktis. “Kalau dosen voli, ya harus bisa smash. Kalau tidak bisa, nanti malah jadi sastra voli,” ujarnya disambut tawa peserta.
Lebih lanjut, Unesa juga membuka program studi unik berbasis keterampilan olahraga seperti ekuestrian (berkuda). Saat ini, kampus tersebut memiliki 26 ekor kuda yang digunakan sebagai sarana pembelajaran dan telah menjalin kerja sama dengan pihak ketiga untuk pengembangan fasilitas latihan dan penelitian.
Rektor berharap, langkah Unesa menjadi inspirasi bagi kampus lain untuk memperhatikan keberlanjutan pendidikan bagi atlet. Dengan demikian, prestasi olahraga nasional dapat berjalan seiring dengan peningkatan kualitas pendidikan. “Kita ingin atlet hebat tidak hanya di lapangan, tapi juga unggul di kelas. Itulah mimpi besar Unesa untuk Indonesia maju,” pungkasnya. (DmS)