Connect with us

Pendidikan

Mengenal OASE SMAN 1 Maospati, Panggung Kreatif Generasi Digital yang Menghidupkan Sastra

Published

on

Mengenal OASE SMAN 1 Maospati, Panggung Kreatif Generasi Digital yang Menghidupkan Sastra

RASI MAGETAN – Di tengah era digital yang serba cepat, ketika sebagian besar remaja tenggelam dalam dunia scrolling media sosial, sekelompok siswa SMA Negeri 1 Maospati memilih jalan berbeda. Mereka menyalurkan kreativitas dan ekspresi diri melalui sastra dan seni digital. Kelompok ini dikenal sebagai OASE — singkatan dari Organisasi Seni Semanti — sebuah ekstrakurikuler yang lahir dari semangat para pelajar untuk menghidupkan kembali seni teater dan sastra dalam kemasan modern.

Rizkita Nurfidzatullah, salah satu anggota OASE, menjelaskan bahwa komunitas ini awalnya hanya beranggotakan sekitar 12 orang. Namun kini jumlahnya meningkat hingga lebih dari 40 siswa aktif. Mereka tidak hanya bermain drama, tetapi juga menari, berpuisi, hingga memproduksi konten sastra digital. “Dulu sastra hanya ditulis di buku, sekarang kami bisa menampilkannya lewat Instagram dan YouTube. Jadi karya kami bisa dilihat banyak orang,” tutur Rizkita dengan penuh semangat. Ia menilai media sosial bukan ancaman bagi sastra, melainkan jembatan baru agar karya anak muda bisa mendunia.

Baca Juga:  Ketika Balapan Motor GP Menjadi Media Belajar Siswa PAUD dan TK di Magetan

Setiap minggu, anggota OASE rutin berlatih di sekolah. Ketika ada agenda atau pementasan, latihan bisa dilakukan hampir setiap hari. Mereka tampil di berbagai kegiatan, baik di sekolah maupun di luar, seperti saat peluncuran buku di desa yang melibatkan musikalisasi puisi dan drama digital. “Kami menciptakan sendiri gerakan tari yang memadukan unsur tradisional dengan modern. Ini cara kami menghormati budaya lokal, tapi tetap mengikuti perkembangan zaman,” ungkap Aira Budi Agustina, siswi kelas XI yang aktif di bidang tari dan musikalisasi puisi.

Baca Juga:  Dinas Pendidikan Kabupaten Magetan Mengaku Telah Mengantisipasi SD Yang Jebol Atapnya.

Sastra digital menjadi tema baru yang dikembangkan OASE sejak 2024. Melalui karya video pendek, musikalisasi puisi, dan teater daring, mereka berupaya memperluas jangkauan sastra di kalangan remaja. “Sekarang banyak anak muda sibuk dengan ponsel, padahal lewat media itu juga kita bisa menyeberangkan sastra,” kata Rizkita. Dukungan penuh datang dari pihak sekolah yang melihat OASE bukan sekadar kegiatan seni, tetapi juga bentuk pembelajaran literasi kreatif berbasis teknologi. Dengan semangat generasi Z, para anggota OASE terus berproses untuk menjadikan sastra tidak hanya dibaca, tetapi juga dihidupkan di dunia digital. (DmS)

Baca Juga:  KKN 10 Hari di Desa Buluharjo, ITS Kenalkan Pertanian Aquaponik Bertenaga Listrik Panel Surya di Magetan.

VISUAL NEWS klik

Loading

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2020 Rasi News | PT. RADIO SWARA SARANGAN INDAH FM