RASI MAGETAN – SMA Negeri 1 Maospati mulai melirik pengembangan dunia sastra ke arah digital. Langkah inovatif ini mendapat apresiasi tinggi dari Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Magetan, Cahaya Wijaya. Menurutnya, upaya SMAN 1 Maospati menjadi salah satu sekolah yang berani menggabungkan sastra dengan teknologi digital adalah hal yang jarang ditemukan di tingkat sekolah menengah.
Cahaya Wijaya menilai, kreativitas siswa SMAN 1 Maospati luar biasa karena mampu menghidupkan karya sastra dalam bentuk digital dan media teater. “Sekarang pembelajaran, sastra, hingga jurnalisme semuanya sudah berbasis digital. Adik-adik di Semanti ini mampu memanfaatkan teknologi untuk berkreasi dan menunjukkan talenta yang bisa mendunia,” ujarnya. Ia berharap kegiatan seperti pelatihan jurnalisme dan karya sastra digital dapat melahirkan pionir muda di bidang sastra, jurnalistik, dan kreativitas digital di Magetan.
Sementara itu, Kepala SMAN 1 Maospati, Idha Rakhmawati, menjelaskan bahwa sekolahnya kini menjadi pilot project pengembangan sastra di tingkat SMA se-Kabupaten Magetan. Setelah sukses meluncurkan antologi karya guru yang sudah ber-ISBN, sekolah akan segera menerbitkan kumpulan puisi karya siswa menjelang Hari Sumpah Pemuda 2025. “Ada sekitar 1.050 puisi karya anak-anak yang kini sedang dalam tahap pengeditan. Temanya bebas, karena kami tidak ingin membatasi kreativitas mereka,” tutur Idha.
Idha menambahkan, untuk mendukung minat siswa di dunia literasi dan sastra digital, sekolah telah membuka dua ekstrakurikuler yang relevan, yakni Oase Teater dan Podcast. Kedua kegiatan tersebut menjadi wadah bagi siswa untuk menyalurkan bakat menulis, berteater, dan berbicara di ruang publik digital. “Kami ingin anak-anak tidak hanya bisa menulis, tapi juga mampu mengekspresikan diri dan menginspirasi lewat media digital,” pungkasnya. (DmS)