Connect with us

Pendidikan

HUT ke-69, SMPN 1 Maospati Tampilkan Potensi Siswa Lewat Kelas Bilingual dan Digital

Published

on

HUT ke-69, SMPN 1 Maospati Tampilkan Potensi Siswa Lewat Kelas Bilingual dan Digital

RASI MEDIA – SMP Negeri 1 Maospati, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, menggelar Malam Puncak Seni dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-69. Kegiatan tersebut menjadi ajang bagi para siswa untuk menunjukkan bakat dan kreativitas mereka, termasuk kemampuan di bidang teknologi informasi dan bahasa Inggris. Kepala SMPN 1 Maospati, Semo, M.Pd., mengatakan sekolah saat ini memiliki dua program unggulan, yakni kelas bilingual dan kelas digital.“Punggulan dari sekolah kami adalah ada kelas bilingual dan kelas digital. Yang kita tampilkan tadi kelas digital sudah membuat opening video,” ujar Semo saat ditemui seusai kegiatan.

Sementara itu, siswa kelas bilingual menampilkan drama dengan menggunakan bahasa Inggris. Menariknya, cerita yang diangkat tetap bersumber dari budaya Jawa, yakni kisah Bandung Bondowoso. “Kelas bilingual kita tampilkan dengan menggunakan bahasa Inggris, tetapi tetap temanya mereka mengambil cerita dari budaya Jawa yaitu Bandung Bondowoso. Komunikasinya dengan bahasa Inggris,” katanya.

Menurut Semo, program kelas bilingual tidak hanya mengajarkan bahasa Inggris sebagai mata pelajaran, tetapi juga membiasakan siswa menggunakan bahasa tersebut dalam proses pembelajaran. “Di kelas itu mereka dalam perkataannya menggunakan bahasa Inggris. Jadi kemampuan bahasa Inggrisnya sudah lumayan di kelas bilingual,” ujarnya.

Saat ini, SMPN 1 Maospati memiliki masing-masing satu kelas bilingual untuk kelas VII, VIII, dan IX. Sekolah kemudian mengembangkan program kelas digital yang berfokus pada keterampilan teknologi informasi. “Karena bagus kita buka lagi kelas digital, jadi kelas IT. Kelas 7, 8, 9, tiga kelas. Bahkan keterampilan anak-anak di dua kelas itu luar biasa,” kata Semo.

Baca Juga:  Ajak Milenial Berdikari, Dinas Peternakan Kabupaten Magetan Gelar Pelatihan Beternak Milenial.

Menurut dia, kemampuan siswa dari kedua program tersebut terlihat dalam berbagai penampilan pada malam puncak seni. Bahkan, pembawa acara dalam kegiatan tersebut berasal dari kelas bilingual. “MC-nya dari kelas bilingual. Jadi kelihatan sekali, bagus sekali,” tuturnya.

Libatkan Ratusan Siswa

Malam puncak seni tersebut melibatkan sekitar 200 hingga 300 siswa. Mereka tidak hanya menjadi penampil, tetapi juga terlibat dalam kepanitiaan dan berbagai kegiatan pendukung. “Kalau kita tanya, ada 200-an yang tampil. Termasuk juga yang panitia dan sebagainya. Ada 200 sampai 300 lebih,” kata Semo.

Jumlah tersebut menunjukkan besarnya partisipasi siswa dalam kegiatan sekolah. Saat ini SMPN 1 Maospati memiliki sekitar 864 siswa. “Karena siswa kami ada 864. Sekitar 50 persennya ini tampil. Itu dari perwakilan kelas-kelas yang tampil,” ujarnya.

Semo mengatakan kegiatan pentas seni tersebut merupakan penyelenggaraan untuk kedua kalinya. Pengalaman dari kegiatan tahun sebelumnya menunjukkan adanya perubahan positif terhadap kepercayaan diri siswa. “Ketika kami hadir tahun pertama, kami akan mencari potensi, aset yang ada di sekolah ini. Ternyata luar biasa. Di samping dari sisi prestasi, ternyata juga bakat, keterampilan, dan kreasi anak-anak luar biasa,” katanya.

Baca Juga:  Perkenalkan Sekolah Sak Ngajine, SMPN 2 Magetan Berantas Buta Huruf Alquran Untuk Tingkatkan Ketakwaan Siswa.

Potensi tersebut, lanjut Semo, perlu mendapatkan ruang agar dapat berkembang. Karena itu, sekolah kembali menggelar pentas seni. “Hal ini kan harus kita fasilitasi. Makanya kita adakan pentas ini tahun kemarin. Ternyata dari tahun kemarin itu, anak-anak luar biasa, kepercayaan dirinya timbul,” ujarnya.

Ia menambahkan, siswa juga semakin termotivasi untuk memberikan penampilan yang lebih baik. “Anak-anak menjadi termotivasi untuk tampil yang lebih bagus,” kata Semo.

Kolaborasi Sekolah dan Orangtua

Pelaksanaan kegiatan tersebut juga melibatkan dukungan orangtua siswa. Semo mengakui keterbatasan anggaran sekolah menjadi salah satu tantangan dalam penyelenggaraan kegiatan. “Sebenarnya kami juga terkendala masalah finansial atau dana support pendukung. Tapi karena orangtuanya sangat antusias sekali, akhirnya kami juga tawarkan kepada orangtua,” ujarnya.

Sekolah kemudian membuka ruang kolaborasi dengan orangtua yang bersedia mendukung penampilan anak-anak mereka. “Kalau orangtua siap men-support, dalam arti mendukung tampilan putra-putrinya, ya kami laksanakan. Alhamdulillah,” katanya.

Menurut Semo, dukungan orangtua antara lain diberikan untuk kebutuhan kostum dan berbagai perlengkapan penampilan siswa. “Kalau yang tampil-tampil itu dari kostum dan sebagainya, semuanya dari orangtua. Artinya kolaborasi dengan orangtua,” tuturnya.

Baca Juga:  Dishub Ponorogo Mulai Lakukan Sosialisasi Larangan Operasional Kereta Kelinci di Jalan Umum.

Selain orangtua, sejumlah mitra sekolah juga turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan malam puncak seni tersebut. “Termasuk alhamdulillah mitra-mitra kita juga cukup banyak yang memberikan support untuk terselenggaranya kegiatan ini,” katanya.

Dorong Prestasi Siswa

Semo menegaskan, kegiatan seni tidak hanya bertujuan memberikan hiburan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya sekolah mengembangkan potensi siswa. Menurutnya, SMPN 1 Maospati memiliki sejumlah prestasi, baik di bidang akademik maupun nonakademik. “Yang jelas, alhamdulillah kalau sisi prestasi sekolah kami sebenarnya banyak. Dari prestasi akademik jelas,” ujarnya.

Ia mengatakan pengalaman siswa mengikuti berbagai kegiatan seni turut memberikan dampak terhadap prestasi mereka. Salah satunya terlihat dalam ajang Festival dan Lomba Seni Siswa Nasional (FLS3N). “FLS3N juga berdampak. Dari lomba seni yang kemarin, sebelum juara satu, nanti ada juara tiga,” katanya.

Selain itu, siswa SMPN 1 Maospati juga menunjukkan prestasi dalam bidang seni tradisional, termasuk karawitan. “Profil dari anak-anak, dari karawitannya dan sebagainya itu luar biasa. Kemarin musik tradisi, kolaborasi dan sebagainya juga di Magetan mendapatkan juara. Yang karawitan kita,” ujar Semo.

Loading

Copyright © 2020 Rasi News | PT. RADIO SWARA SARANGAN INDAH FM