Rasi Fm – Di masa pandemic covid 19 anggaran yang dterima Balai Latihan Kerja BLK Ponorogo berkurang hingga 60 persen. Kasie Pengembangan dan Pemasaran UPT BLK Ponorogo Sumarno mengatakan, sebelum pandemic covid 19 setiap tahun BLK Ponorogo menyelenggarakan pelatihan kerja lebih dari 100 kali di bawah wilayah kerja UPT BLK Ponorogo yang melingkupi Kabupaten Ponorogo, Magetan dan Kabupaten Pacitan. Berkurangnya anggaran baik dari pemerintah pusat maupun daerah dimasa pandemi covid 19 membuat jumlah kegiatan pelatihan kerja di BLK Ponorogo juga turut berkurang. Pelaksanaan kegiatan pelatihan dimasa pandemic juga harus dilaksanakan secara protocol kesehatan.
“Sebelum pademi kita bisa lebih 100 kali pelatihan di BLK Ponorogo meliputi Kabupaten Ponorogo, Pacitan dan Magetan. Setelah pandemi sangat menurun tinggal 40 persen anggaran. Untuk pelatihan kita juga menerapkan protocol kesehatan, kalau kita melanggar kena satu jelas libur semua,” ujarnya.
Sumarno menambahkan, minimnya anggaran membuat BLK cukup selektif untuk menyetujui proposal kegiatan pelatihan yang diajukan warga. Dimasa pandemic BLK Ponorogo lebih memilih pelaksanaan kegiatan pemberdayaan masyarakat seperti pelatihan pembuatan kue kering berbahan dasar dari local, pelatihan rias pengantin serta pelatihan wira usaha lanjutan seperti packajing produk hasil dari pelatihan yang diikuti oleh pelaku UMKM karena pentingnya pelatihan tersebut untuk lebih mendongkrak nilai jual produk
“Untuk pelatihan di BLK itu dari dasar sudah bisa dan pelatihan sudah berhasil, itu untuk pengajuan pelatihan ke peningkatan. Jadi untuk dapat bagus bisa masuk supermarket kan packajing. Makanya untuk pelatihan kita ajukan untuk packaging, untuk peningkatan produk umkm layak masuk supermarket,” imbuhnya. (DmS)