Rasi Fm – Rasa penasaran membuat Sutrisno warga Desa Alas Tuwo Kecamatan Poncol Kabupaten Magetan nekat menggeluti dunia kopi. Dari melihat kebiasan warga yang suka minum kopi, Sutrisno yang pernah bekerja sebagai operator alat Berat di Negara Malaysia ini belajar bagaimana cara memilih kopi, mengolah dan menyajikan sehingga mempunyai nilai lebih. Dia mengaku penasaran dengan adanya perbedaan harga kopi di pasar dengan kopi yang disajikan di café.
Sutrisno menambahkan, dari rasa penasaran tersebut membuat Sutrisno mengikuti pelatihan sebagai pembuat kopi dan pemasak kopi di Yogyakarta. Pelatihan selama 2 bulan membuat Sutrisno memahami perbedaan antara kopi yang biasa dinikmati warga dengan kopi yang disajikan di café.
“Kopi di tempat kita ini 3000, di café KOPI 15.000 sampai 20.000. Ternyata setelah kita mengikuti pelatihan ada yang namanya proses pasca panen, yang natural, ada yang white, ada western full west, ternyata banyak sekali, Terus dari proses rostingnya ternyata ribet,” ujarnya.
Hasil dari mengikuti pelatihan di Yogyakarta membuat Sutrsino berkeinginan agar warga juga bisa menikmati kopi dengan kualitas kopi yang disajikan di café namun dengan harga yang murah. Apalagi hampir setiap
Sutrisno akhirnya memutuskan untuk membuat produk kopi local dengan rasa kopi seperti dicafe dengan harga sesuai kantong masyarakat biasa. Dengan meluncurkan produk trisno kopi yang di masak dengan peralatan modern dengan suhu tertentu akhirnya bisa menyajikan kopi berkualitas sekelas café yang murah namun tidak murahan. Untuk menghasilkan kualitas kopi yang bagus sutrisno mengembangkan hasil kopi warga di Lereng Gunung Lawu yang biasa menanam jenis kopi , Robusta, Arabika dan jenis kopi excelsa.
“ Satu minggu kurang lebih sekitar 30 kilo. Satu bulan 120 kilo. Belum banyak. Yang dominan saya jual itu robusta. Untuk saat ini masih dari petani local, kalau kurang kita datangkan dari luar kota. Untuk satu bungkus kita jual Rp 15.000 asli hanya kopi tanpa campuran,” imbuhnya.
Hasil racikan kopi dengan produk tresno kopi saat ini mulai merambah ke sejumlah kota di sekitar Kabupaten Magetan, Selain melayani kebutuhan kopi bagi sejumlah café, kopi Sutrisno saat ini juga mulai dilirik oleh sejumlah pengusaha untuk bekerja sama membuat produk kopi khas Lereng Gunung Lawu, (DmS).