RASI FM – Kepolisian Resor Ponorogo, Jawa Timur memastikan adanya tulang rusuk patah dalam dugaan penganiayaan hingga tewas pada Bonamin (60) warga Kelurahan Paju, Kecamatan Ponorogo, Kabupaten Ponorogo pada Hari Minggu (1/12) yang dilakukan oleh anak kandungnya RD (27). Kasatreskrim Polres Ponorogo, AKP Rudy Hidajanto mengatakan, dari hasil visum dari rumah sakit Bhayangkara Kediri menyatakan ada tulang rusuk yang patah. “Hasil visum sudah keluar sudah ada di penyidik. Jadi tidak hanya 1 tulang rusuk saja namun ada beberapa. 5 tulang rusuk kalau tidak salah” ujarnya melalui pesan singkat Jumat (20/12/2024).
Selain 5 tulang rusuk patah, hasil hasil otopsi ditemukan adanya luka pada hati dan kepala korban. “Yang mematikan semua luka-luka karena benturan benda tumpul sama di lempar motor,” imbuhnya.
Rudy mengatakan, kejadian penganiayaan Bonamin oleh anaknya berawal dari pelaku yang merasa kenyang setelah diberi makan oleh korban yang meminta rokok. Namun Boniman tidak membelikan karena toko sudah tutup yang membuat pelaku marah. “Karena tidak dibelikan rokok, pelaku lalu memukul sekali tengkuk korban hingga korban terjatuh. Setelah terjatuh, pelaku menginjak-injak tubuh korban sampai tidak sadarkan diri. Parahnya lagi, pelaku melempari korban dengan sepeda motor,” ucapnya.
Akibat dilempar sepeda motor, dari hasil visum menyebutkan adanya 5 tulang rusuk dan tulang belakang yang patah pada korban. Setelah melempar motor pada Boniman, pelaku pergi tidur meninggalkan korban dalam kondisi tidak sadarkan diri. Malam hari, pelaku terbangun karena merasa takut lalu mengembalikan sepeda motor ke tempat semula. “Dari hasil autopsi, korban meninggal pada Sabtu (30/11)” pungkasnya.
Sebelumnya, Boniman (67), warga Kelurahan Paju, Kecamatan Ponorogo, Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, ditemukan tewas di ruang tamu rumahnya pada Hari Minggu (1/12). Korban yang merupakan marbot masjid ditemukan oleh tetangganya yang curiga dan mencari keberadaan korban karena tidak mengumandangkan azan subuh. Sebelumnya, sejumlah warga mendengar keributan di rumah yang ditinggali korban bersama anaknya. Setelah terdengar keributan, lampu rumah korban dimatikan.(DmS)