RASI FM – Dalam Debat Pilkada 2024 Paslon Bupati dan Wakil Bupati Ponorogo, Jawa Timur terdapat pembahasan terkait penanganan sampah yang belum sepenuhnya bisa teratasi. Calon Wakil Bupati Ponorogo dari paslon nomor urut 1 Luhur mempertanyakan janji Sugiri saat debat kandidat Pilkada 2020 yang berjanji akan menjadikan sampah menjadi briket dan akan menghasilkan penghargaan adipura bagi Ponorogo. ”Pada debat tahun 2020 kemarin pak Giri pernah mengkritik pak Ipong gagal mendapatkan adipura. Didepan TPA sampah Mrican sampah akan hilang menjadi briket. Pertanyaannya mana briketnya, sampahnya mana yang hilang. Apakah adipuranya adi pura pura, “ ujar Luhur di Gedung Sasana Praja, Jalan Diponegoro Ponorogo, Rabu (7/11/2024) malam.
Menanggapi pertanyaan calon wakil Bupati Ponorogo nomor urut 1 tersebut Sugiri Sancoko calon Bupati Ponorogo nomor urut 2 mengatakan jika sampah sudah 32 tahun menjadi permasalahan bersama sama. Meski demikian Sugiri mengaku jika sampah di TPA Mrican saat ini telah bisa diolah menjadi bijih plastic yang bisa dijual di Cilegon. “ Hari ini sudah 60 ton bisa diolah menjadi tepung plastik, lalu dijual ke Cilegon. Kalau jadi briket agak sulit dijual. Sampah itu jadi aib kita berdua lho mas. Mendapatkan adipura itu bukan tujuan satu satunnya,” jawab Sugiri.
Sementara saat Calon Wakil Bupati Ponorogo Lisdyarita dari paslon nomor urut 2 diberi kesempatan bertanya kepada Calon Bupati nomor urut 1, dia mempertanyakan upaya yang dilakukan Ipong saat menjabat sebagai Bupati Ponorogo 2015-2020 untuk pengelolaan sampah di TPA Mrican. Ipong mengaku saat menjabat Bupati dia tidak menjanjikan apa apa terkait pengelolaan sampah di Mrican. Mesk demikian dia mengkau tidak ada permasalahan dengan pengeloaan sampah di TPA Mrican yang dikeluhkan warga. “Selama saya menjadi bupati tidak ada demo petani sawahnya terdampak Mrican. Kenapa kami pertanyakan karena anda berdua berjanji akan menyelesaikan sampah TPA Mrican. Di awal menjadi bupati, viral pekan briket akan menjadi penghasil briket terbesar di Jawa Timur. Ini sudah 2024 briketnya mana,” ujar Ipong.
Dalam jawabannya Sugiri mengaku jika pengolahan sampah menjadi tepung plastik kurang lebih sama dengan briket karena melalui pengolahan tersebut setidaknya sampah memiliki nilai jual. “Sudah saya jelaskan di depan briket dibakar RDF ya dibakar. Pabrik membutuhkank RDF tepung plastik, makanya kita kirim tepung plastik ke Cilegon. Kok ra mudeng,” jawan Sugiri.
Debat Pilkada Ponorogo 2024 ke dua dilaksanakan di Gedung Sasana Praja, Jalan Diponegoro dengan mengambil tema meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan menyelesaikan persoalan daerah. Penanganan sampah menjadi salah satu permasalahan yang diperdebatkan oleh kedua Paslon Bupati dan Wakil Bupati Ponorogo dalam Pilkada 2024. KPU Ponorogo menjadwalkan pelaksanna Debat Pilkada Bupati dan Wakil Bupati Ponorogo 2024 sebanyak tiga kali, yaitu pelaksanaan debat perdana tangga 23 Oktober, pelaksanaan debat Pilkada ke dua tanggal 6 November dan pelaksanaan debat pilkada ke tiga akan dilaksanakan 20 November 2024 mendatang. (dMs)