RASI FM – Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Magetan menyediakan 300 dosis vaksin anti rabies dalam rangka memperingati hari anti rabies sedunia yang jatuh setiap tanggal 28 September. Kepala Dinas Peternakan Kabupaten Magetan Nur Haryani mengatakan, Kabupaten Magetan termasuk wilayah yang bebas anti rabies, meski demikian upaya pencegahan dilakukan dengan memberikan pelayanan vaksin gratis massal. Nur Haryani mengatakan, meski Kabupaten Magetan nol kasus terkait rabies dalam peringatan hari rabies sedunia juga melibatkan sejumlah stake holder sebagai sinergi untuk melakukan tata laksana gigitan hewan penyebeb rabies sehingga upaya pencegahan sejak dini kasus rabies bisa terlaksana.
“Harapan nasional tahun 2030 sudah bebas rabies meski jawa Timur sudah bebas rabies. Di Magetan tidak ada kasus rabies, initinya kegiatan ini tantangannya mengendalikan rabies ini dengan sinergitas antar OPD,” ujarnya.
Rita salah satu pecinta kucing di Kabupaten Magetan menyambut positif langkah Dinas Peternakan Magetan menggelar kegiatan vaksin rabies gratis dalam rangka memperingati hari anti rabies sedunia. Dia mengaku membawa kucing kesayangannya untuk divaksin agar hewan peliharaannya tersebut terbebas dari virus rabies sehingga dia mera aman untuk memelihara mengingat di rumah dia memiliki anak kecil.
“ kegiatannya sangat bagus, bisa mencegah rabies di masyarakat. Kita ada kucing sehingga dengan vaksin kita merasa aman karena di rumah kita juga anak kecil sehingga dengan vaksin kita merasa aman,” katanya.
Subkoordinator P2PM Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan Agoes Yudi Purnomo mengatakan, Kabupaten Magetan sendiri hingga saat ini tidak mendapati adanya kasus rabies yang menular kepada manusia. Untuk mengantisipasi adanya kasus Dinas Kesehatan justru mewaspadai mobilitas wearga Magetan yang mengunjungi daerah yang rentan terpapar rabies.
“ saat ini belum ada laporan paparan rabies. Ini mencegah penularan rabies artinya tingkatnya pencegahannya masih di tingkat paparan hewan. Salah satu kegiatannya divaksin. Jawa Tengah dan Jawa TImur ini bukan endemis rabies, kita antisipasi kalau ada kejadian di daerah endemis,“ucapnya. (DmS)