RASI MAGETAN– Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan menggelar workshop Tuberculosis Preventive Treatment (TPT) sebagai bagian dari upaya percepatan eliminasi TBC pada 2030. Kegiatan ini menghadirkan lintas sektor mulai dari camat, kepala puskesmas, penanggung jawab program TBC, klinik, rumah sakit pemerintah dan swasta, hingga komunitas.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Magetan menjelaskan workshop ini bertujuan untuk menyegarkan kembali pemahaman peserta tentang penanggulangan TBC, mulai dari strategi penemuan kasus, pelaporan, hingga pendampingan pasien. “Pelayanan untuk terduga TBC di Magetan sebenarnya sudah baik, termasuk pengobatan dengan success rate tinggi. Tantangannya sekarang ada di penemuan kasus,” ujarnya, Sabtu (21/9/2025).
Menurutnya, banyak pasien yang belum terdeteksi karena stigma maupun memilih berobat ke luar daerah. “Ada 150 kasus positif TBC dari warga Magetan yang baru diketahui setelah mereka diperiksa di kabupaten lain. Ini artinya masih banyak kasus tersembunyi yang harus kita temukan,” tambahnya.
Dinkes Magetan menekankan pentingnya investigasi kontak, terutama pada keluarga dan orang yang tinggal serumah dengan penderita. Selain itu, peningkatan pemanfaatan fasilitas X-ray di rumah sakit serta pemeriksaan ulang terhadap pasien dengan gejala berulang juga akan menjadi strategi penting. “Obat dan logistik semua gratis dari pemerintah. Yang dibutuhkan hanya kesadaran masyarakat untuk mau memeriksakan diri,” tegasnya.
Data Dinkes mencatat, hingga 2025 terdapat 590 kasus TBC sensitif obat dan 9 kasus TBC resisten obat di Magetan. Satu di antaranya bahkan merupakan kasus resisten primer, yang kemungkinan besar tertular langsung dari penderita resisten. Pasien tersebut kini menjalani regimen pengobatan baru selama enam bulan dengan dukungan penuh tenaga medis.
Melalui workshop TPT ini, Dinkes berharap kolaborasi lintas sektor makin kuat untuk menekan angka kasus TBC yang belum terdeteksi. “Jika semua bergerak bersama, eliminasi TBC di Magetan bisa tercapai seiring target nasional Indonesia bebas TBC 2030,” pungkasnya. (DmS)