RASI MAGETAN – Capaian program pemeriksaan kesehatan gratis di Kabupaten Magetan, Jawa Timur baru mencapai 11 persen atau sekitar 80.000 penduduk dari target 36 persen jumlah penduduk di Kabupaten Magetan yang mencapai lebih dari 680 ribu penduduk. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan Rohmat Hidayat mengatakan, untuk mempercepat capaian target pihaknya akan melakukan pemeriksaan kesehatan gratis ke pondok pesantren dan sekolah. “Perhari ini sudah 11 persen yang memanfaatkan program PKG. Kita akan percepat dengan menyasar ASN, puskesmas keliling ke desa, kita juga menyasar ke pondok pesantren dan bulan Agustus akan PKG ke sekolah dari usia 7 tahun sampai 17 tahun. Target kita tahun ini 36 persen,” ujarnya ditemui di ruang kerjanya Rabu (23/7/2025).
Selain menyasar ke sejumlah pondok pesantren dan dan sekolah, Dinas Kesehatan Kabupaten Magetan juga melengkapi kebutuhan fasilitas kesehatan di seluruh puskesmas untuk memberikan rasa nyaman dalam pelayanan. “Ini kan masuk program prioritas kita cukupi kebutuhan seperti pmhp untuk pemeriksaan gula darah, kebutuhan sindikasi lainnya seperti profil lipit dan EKG tes medis untuk merekam aktivitas listrik jantung juga kita siapkan,” imbuhnya.
Hasil pemeriksaan dari 80.000 warga yang telah melakukan pemeriksaan kesehatan gratis hampir 90 persen dinyatakan adanya kekurangan aktifitas fisik yang diikuti oleh hipertensi serta obesitas sentral yang jika dibiarkan bisa menyebabkan penyakit diabetes. “Ini mungkin rangkaian dari data yang terangkum dimana kurang aktifitas fisik ini berkontribusi terhadap obesitas sentral,” ucapnya.
Sebelumnya program pemeriksaan kesehatan gratis di Kabupaten Magetan minim peminat dikarenakan masih minimnya sosialisasi kepada masyarakat. Kabupaten Magetan sendiri ditargetkan 36 persen atau sekitar 250.000 orang dari jumlah penduduk di Magetan sebanyak 680.000 penduduk melakukan pemeriksaan kesehatan gratis tahun ini. (DmS)