Connect with us

Politik & Pemerintahan

Soal Kemiskinan Ada Kaitannya Dengan Pendidikan dan Kesehatan, Paslon Jadi Juara : Kami Punya 20 Program.

Published

on

Soal Kemiskinan Ada Kaitannya Dengan Pendidikan dan Kesehatan, Paslon Jadi Juara : Kami Punya 20 Program.

RASI FM – Calon Wakil Bupati Paslon nomor urut 3 Jadi Juara Ida Yuhana Ulfa mendapat pertanyaan terkait dengan pemberantasan kemiskinan dalam debat kanddidat Pilkada 2024 perdana yang dilaksanakan di Gedung PGRI Magetan. Ida yang merupakan pelaku dunia pendidikan melalui sekolah yang didirikan, dia mengatakan untuk memberantas kemiskinan ada kaitannya dengan dunia pendidikan dan kesehatan yang belum sepenuhnya bisa dinikmati oleh masyarakat kurang mampu sehingga menciptakan sumber daya manusia dengan ketrampilan yang minim.

“Bicara pengentasan kemiskinan kita bicara pendidikan dan kesehatan. Di kabupaten Magetan saat ini pendidikan masih kurang sekali, di salah satu program kami dari 20 program, kami hibah anggaran tidak hanya untuk sekolah negeri, tapi untuk madrasah dan sekolah swasta maupun negeri. Kami juga punya program honda, peningkatan kwalitas kesejahteraan untuk tenaga kerja honorer. Kami juga punya program pontren, peningkatan kesejahteraan untuk ustad dan uztazah. Ketika kita bicara pendidikan kita tidak hanya bicara lembaga formal tetapi juga informal,” ujarnya.

Baca Juga:  Lupa Pasang Handrem, Sebuah Mobil Masuk Jurang Sungai Tinil.

Terkait kesehatan yang akan menunjang kesejahteraan masyarakat miskin menurut Calon Wakil Bupati nomor urut 3 tersebut juga memegang peran penting untuk memberantas kemiskinan. Ketersediaan layanan kesehatan yang memadai di Magetan dipastikan akan meningkatkan kesejahtreran masyarakat melalui mudahnya warga miskin mengakses layanan kesehatan.

“Kami memilik program semesta, peningkatan kwalitas kesehatan yang terjangkau murah dan berkwalitas, dimana hari ini masih banyak sekali keluhan terkait kesehatan. Kami juga punya program transparansi obat, dimana masyarakat bisa mengakses harga obat dan expired obat dan dimana obat tersebut bisa dibeli. Masyarakat harus ada pemberdayaan dan pendidikan yang berkualitas maupun kesehatan sehingga harapan kesejahteran bisa terwujud,” imbuhnya.

Menanggapi sejumlah program dari Calon Wakil Bupati nomor urut 3 Ida Yuhana Ulfa , calon wakil bupati nomor 1 Suyatni mengaku setuju jika permasalahan kemiskinan bisa dientaskan melalui pendidikan, namun saat ini permasalahan yang dihadapi masyarakat adalah bagaimana masyarakat miskin bisa kuliah untuk meningkatkan kualitas SDM mereka. Suyatni juga menyoal terkait ketersediaan dokter specialis yang saat ini masih minim di Kabupaten Magetan. Menjawab tanggapan kedua calon wakil bupati nomor urut 1 dan 2 Ida Yuhana Ulfa atau disapa mbak Ida mengaku jika permasalahan warga miskin bisa kuliah akan dijawab dengan kartu sinergis juara yang diberikan kepada masyaraat miskin untuk bisa mengakses perguruan tinggi melalui beasiswa yang diberikan pemerintah daerah. Terkait ketersediaan dokter spesialis bukan persoalan rumit, menurutnya dibutuhkan keberanian dari Bupati Magetan mengambil kebijakan.

Baca Juga:  Kades Taji Magetan Ajukan Izin Mengundurkan Diri, Ada Apa?

“Kita punya kartu sinergis juara yang diberikan kepada masyarakat miskin untuk bisa mengakses perguruan tinggi. Jadi gratis pendidikan tinggi, selain ada subsidi nutrisi dan lainnya. Terkait kesehatan ada banyak pe er jika paslon nomor 3 jadi bupati semua masalah akan terselesaikan,” katanya.

Baca Juga:  Kemenag Magetan Buka Pengurusan Sertifikat Halal, Ini Syaratnya.

Sementara calon wakil bupati paslon nomor urut 2 Basuki Babusalam memberikan tanggapan terkait pertanyaan kemiskinan yang dijawab dengan program pendidikan dan kesehatan. Menurutnya kemiskinan merata di semua wilayah. Menurutnya peningkatan jumlah psroduk unttulan setiap desa yang digagas akan menyelesaikan masalah kemiskinan. Terkait tanggapan Basuki Babusalam soal pengentasan kemiskinan dengan satu produk untuk satu desa menurut Ida di Kabupaten Magetan memiliki 125.000 UMKM yang telah teruji keberadaannya. Menurutnya hanya butuh regulasi dan memberi kesempatan berkembang dari Bupati terpilih untuk mengembangkan usaha mereka agar mereka bisa hidup lebih sejahtera. “Hari ini di Kabupaten Magetan ada 125.000 UMKM, tidak perlu lagi dibuat, tinggal dikembangkan,” ucapnya. (DmS)

Loading

Copyright © 2020 Rasi News | PT. RADIO SWARA SARANGAN INDAH FM