Connect with us

Ekonomi

Ratusan Pedagang sayur Malam Pasar Sayur Magetan Enggan Pindah, Permintaan Bedol Desa Persulit Relokasi.

Published

on

Ratusan Pedagang sayur Malam Pasar Sayur Magetan Enggan Pindah, Permintaan Bedol Desa Persulit Relokasi.

RASI MEDIA – Ratusan pedagang sayur malam di Area Parkir Pasar Sayur Kabupaten Magetan, Jawa Timur masih enggan di relokasi ke los pasar yang telah dibuat untuk menampung mereka. Sekretaris Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Magetan, Kiki Indriyani , mengatakan, adanya permintaan bedol desa oleh pedagang dimana semua pedagang sayur yang jumlahnya mencapai 800 pedagang direlokasi sekaligus sulit di wujudkan. “ Ini yang sulit, karena mintanya bedol desa. Kalau secara keseluruhan pedagang sayur malam itu ada sekitar 800 orang, sedangkan dengan lokasi yang ada itu tidak memungkinkan, ” ujarnya ditemui diruang kerjanya Selasa (10/2/2026)
Kiki menambahkan, lokasi los baru di Sisi Timur Pasar Sayur yang dibangun hanya mampu menampung sekitar 160 hingga 200 pedagang. Pihaknya akan tetap melakukan relokasi bagi pedagang yang telah terdata sebanyak 200 pedagang.“ Jalan keluar dari kami, tetap yang kita pindah adalah yang sudah kita buatkan los, sekitar 160 sampai 200 orang masih muat di lokasi baru, ” jelasnya.
Sementara bagi pedagang sayur lainnya, pemerintah akan melakukan penataan ulang tanpa memindahkan lokasi secara keseluruhan. “ Yang lainnya kita atur penataannya, kita buat zona untuk jualan, bongkar muat, dan parkir. Karena selama ini bongkar muat, parkir, dan pedagang itu tidak tertata, jadi satu, ” ucap Kiki.
Tak hanya minta bedol desa, ratusan pedagang sayur malam yang berjualan di area parkir Pasar Sayur Magetan juga meminta relokasi dilakukan setelah Hari Raya Idul Fitri. Pedagang juga meminta adanya perubahan bentuk bangunan dan ukuran los yang akan mereka tempati. “Kemarin sementara disepakati setelah Hari Raya Idul Fitri. Mereka juga minta perubahan ukuran, kita harus izin dulu ke Inspektorat, apakah diperbolehkan oleh peraturan, karena ini masih dalam masa pemeliharaan,” kata Kiki.
Kiki mengatakan, saat ini Disperindag Magetan masih berupaya mencari solusi rencana relokasi pedagang sayur malam dengan melaporkan kondisi tersebut kepada Bupati Magetan.“ Kami masih berupaya membuat laporan ke Bupati untuk meminta izin, bagaimana caranya memenuhi apa yang menjadi tuntutan mereka, ” pungkasnya.

Baca Juga:  Kejaksaan Negeri Ponorogo Periksa 7 Saksi Dalam Dugaan Kasus Penyimpangan Dana BOS SMK 2 PGRI.

 636 total views,  3 views today

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *