Ekonomi
Jelang Ramadhan, Harga Mawar Naik 7 Kali Lipat, Pedagang Bunga Tabur Makam di Pasar Sayur Magetan Tetap Jual Rp 10.000
Published
2 minggu agoon
By
rasinews
RASI MEDIA – Menjelang bulan suci Ramadhan, harga bunga mawar di Kabupaten Magetan, Jawa Timur melonjak hingga 7 kali lipat dari harga biasanya. Peningkatan harga tersebut dirasakan para pedagang bunga tabur makam di Pasar Sayur Magetan sejak beberapa hari terakhir.
Sarmini, salah satu pedagang bunga tabur makam di Pasar Sayur Magetan, mengatakan bahwa harga bunga mawar dari pemasok mengalami kenaikan yang signifikan. Biasanya, satu kantong kresek bunga mawar dijual sekitar Rp 50.000 dengan berat sekitar 1,2 kilogram. Namun pada Selasa pagi, harga bunga melonjak hingga mencapai Rp 350.000 per kantong kresek.
Warga Desa Pendem, Kecamatan Ngariboyo, Kabupaten Magetan mengaku tetap menjual bunga tabur Makam seharga Rp 10.000 per kantong kresek kepada pembeli. Ia khawatir jika harga jual dinaikkan, dagangannya tidak laku di pasaran. “Kita tetap jual Rp 10.000 per kresek. Kalau mau menaikkan harga takut tidak laku. Untuk menyiasatinya kita kasih banyak daun pandan yang diiris tipis agar kita tetap dapat untung,” ujarnya saat ditemui di Pasar Sayur Magetan Selasa (17/2/2026)
Sarmini menambahkan, apabila ada pembeli yang ingin menambah bunga mawar dalam campuran bunga tabur, ia akan memberikan tambahan sesuai jumlah bunga mawar yang diminta dengan menambahkan harga sesuai dengan banyaknya bung amawar yang ditambahkan. “Kita tidak bisa mengambil banyak keuntungan, yang penting sudah ada sedikit keuntungan sudah bersyukur,” imbuhnya.
Menurutnya, mahalnya harga bunga mawar terjadi karena meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang Ramadhan. Tradisi besik dan nyekar ke makam orang tua maupun sanak saudara membuat permintaan bunga tabur meningkat, sementara ketersediaan bunga mawar di tingkat petani malah menurun. “ Ini kan hari baik untuk nyekar ke makam sebelum puasa, tentunya permintaan bung amawar juag meningkat sementara bung amawarnya agak susah kalau musim hujan seperti ini,” ucapnya.
Sementara itu, Santi Rohmatin, salah satu pemilik kebun bunga di Desa Sidorejo, Kecamatan Sidorejo, Kabupaten Magetan , mengaku harga bunga mawar mulai naik sejak awal bulan puasa akibat berkurangnya pasokan ke pasar. Ia menjelaskan, petani biasanya memotong batang pohon mawar agar bunga dapat berbunga pada pertengahan hingga menjelang Lebaran. “Warga biasanya memotong batang pohon mawar agar di pertengahan puasa sudah mulai berkembang. Harapannya di awal Lebaran bunga mawar sudah mekar karena harga mawar menjelang Lebaran dipastikan bagus,” katanya.
Hingga siang hari, harga bunga mawar di tingkat petani yang biasanya hanya berkisar Rp 50.000 per senik melonjak hingga Rp 300.000. Selain pemotongan batang tanaman, curah hujan tinggi dalam beberapa waktu terakhir juga membuat bunga mawar lambat mekar sehingga ketersediaannya di pasaran semakin berkurang. ” Siang tadi masih Rp 300.000 per senik disini. Harga jual mawar yang naik juga dipengaruhi banyak mawar yang tidak mau mekar karena curah hujan cukup tinggi akhir akhir ini sehingga ketersediaan bunga mawar juga berkurang,” tutupnya.
1,088 total views, 6 views today


