Connect with us

Ekonomi

Minyak Kita Menghilang dari Pasar, Ini Dampaknya ke Pedagang Makanan di Magetan.

Published

on

Minyak Kita Menghilang dari Pasar, Ini Dampaknya ke Pedagang Makanan di Magetan.

RASI MEDIA —Dampak kelangkaan dan naikknya minyak goreng langsung  dirasakan pelaku usaha kecil. Wawan, pedagang onde-onde mini di Jalan A. Yani Magetan, mengaku terpaksa menaikkan harga jual produknya. Ia tidak bisa mengurangi ukuran onde-onde karena sudah kecil sejak awal untuk menekan biaya produksi. “Kalau diperkecil lagi tidak mungkin. Jadi ya satu-satunya cara menaikkan harga. Biasanya Rp2.000 dapat lima biji, sekarang satu biji Rp500,” ujarnya.

Baca Juga:  Warung Gotong Royong, Tetap Eksis Pasca Pandemi Covid 19 Melandai

Ia menjelaskan, keputusan menaikkan harga dilakukan karena selain harga minyak goreng mahal juga dipengaruhi harga plastic yang juga naik.  Wawan mengaku tidak bisa lagi mengandalkan minyak subsidi. “Minyak kita susah didapat. Jadi saya pakai minyak yang ada di pasaran, meskipun harganya lebih mahal,” katanya.

Baca Juga:  HUT Kemerdekaan RI ke 76 Dimasa Pandemi, Bupati Magetan Sebar Paskibra ke Seluruh Kecamatan.

Sementara itu, Wahyuni, pedagang gorengan seperti bakwan, tahu goreng, dan tempe goreng, memilih strategi berbeda agar tetap bertahan. Ia mengaku tidak berani menaikkan harga jual karena khawatir kehilangan pelanggan. Sebagai gantinya, ia memperkecil ukuran dagangan. “Kalau harga dinaikkan takut tidak ada yang beli. Sekarang saja pembeli sudah mulai berkurang,” ujarnya.

Baca Juga:  PP Telah Terbit, Anggota Dewan Provinsi Gelar Sosialisasi Transformasi UPK ke Bumdesma.

Menurut Wahyuni, kenaikan harga minyak goreng berdampak langsung pada biaya produksi harian. Namun ia tetap berusaha mempertahankan harga agar dagangannya tetap diminati. “Terpaksa ukuran yang dikecilkan, biar harga tetap sama,” katanya.

 138 total views,  3 views today