Ekonomi
Minyak Kita Menghilang dari Pasar, Ini Dampaknya ke Pedagang Makanan di Magetan.
Published
6 hari agoon
By
rasinews
RASI MEDIA —Dampak kelangkaan dan naikknya minyak goreng langsung dirasakan pelaku usaha kecil. Wawan, pedagang onde-onde mini di Jalan A. Yani Magetan, mengaku terpaksa menaikkan harga jual produknya. Ia tidak bisa mengurangi ukuran onde-onde karena sudah kecil sejak awal untuk menekan biaya produksi. “Kalau diperkecil lagi tidak mungkin. Jadi ya satu-satunya cara menaikkan harga. Biasanya Rp2.000 dapat lima biji, sekarang satu biji Rp500,” ujarnya.
Ia menjelaskan, keputusan menaikkan harga dilakukan karena selain harga minyak goreng mahal juga dipengaruhi harga plastic yang juga naik. Wawan mengaku tidak bisa lagi mengandalkan minyak subsidi. “Minyak kita susah didapat. Jadi saya pakai minyak yang ada di pasaran, meskipun harganya lebih mahal,” katanya.
Sementara itu, Wahyuni, pedagang gorengan seperti bakwan, tahu goreng, dan tempe goreng, memilih strategi berbeda agar tetap bertahan. Ia mengaku tidak berani menaikkan harga jual karena khawatir kehilangan pelanggan. Sebagai gantinya, ia memperkecil ukuran dagangan. “Kalau harga dinaikkan takut tidak ada yang beli. Sekarang saja pembeli sudah mulai berkurang,” ujarnya.
Menurut Wahyuni, kenaikan harga minyak goreng berdampak langsung pada biaya produksi harian. Namun ia tetap berusaha mempertahankan harga agar dagangannya tetap diminati. “Terpaksa ukuran yang dikecilkan, biar harga tetap sama,” katanya.
138 total views, 3 views today
You may like

Magetan Jadi Daerah Perdana Penyaluran Jagung SPHP di Jatim, Peternak Dapat Harga Maksimal Rp5.500 per Kilogram

Tanggapi Harga Telur Anjlog, Anggota Komisi IV DPR RI : Ada Impor Telur Pasti Kami Tolak

Dua Tersangka Dugaan Korupsi Pokir DPRD Magetan Masih Terima Gaji Pokok, Sejumlah Tunjangan Mulai Ditangguhkan

Diberhentikan Usai Selewengkan Dana Desa Rp 325 Juta, Pemdes Taji Proses Penggantian Bendahara Desa.

Puluhan Peternak Ayam Petelur Magetan Geruduk Dinas Peternakan, Protes Harga Telur Anjlok di Bawah HPP.

KPU Magetan Aktif Perbarui Data Pemilih Berkelanjutan, Sasar Usia Ekstrem hingga Perubahan Status Warga


