Connect with us

Ekonomi

Menghilang dari Pasar, Harga Minyak Kita Melambung.

Published

on

Menghilang dari Pasar, Harga Minyak Kita Melambung.

RASI MEDIA —Kelangkaan minyak goreng subsidi “Minyak Kita” di Pasar Sayur Magetan, Jawa Timur kian dirasakan pedagang. Di tengah kondisi tersebut, harga minyak goreng non-subsidi justru mengalami kenaikan, memaksa pedagang dan pelaku usaha kecil beradaptasi agar tetap bertahan. Purwaningsih, salah satu pedagang sembako di Pasar Sayur Magetan, mengaku stok Minyak Kita hampir tidak pernah tersedia dalam jumlah cukup. Ia menyebut, distribusi dari pemerintah memang ada, tetapi sangat terbatas. “Dapat dari pemerintah ya murah, harganya Rp15.700 per liter. Tapi sedikit sekali. Kadang seminggu sekali ada, kadang sampai dua minggu baru datang,” ujarnya Selasa (5/5/2026).

Baca Juga:  Dinas Kesehatan Magetan catat Ada 47 Kasus Demam Berdarah Selama Januari 2024.

Menurutnya, pembelian minyak subsidi juga dibatasi sesuai jatah, sehingga pedagang tidak bisa mengambil dalam jumlah banyak. Akibatnya, stok cepat habis dan pedagang terpaksa mencari pasokan dari luar dengan harga lebih mahal. “ Kalau ada hanya diberi 1 karton atau 2 karton. Kalau ambil dari luar ya sudah mahal sudah Rp 240 satu raton isi 12. Dulu jualnya Rp 18.000 sekarang jualnya sudah Rp 21.000. Itupun barangnya tidak ada,” jelasnya.

Baca Juga:  Dari Budidaya Ikan Gupy Warga Magetan Raup Cuan Hingga Rp 5 Juta perbulan, Pembeli Sampai Dari Korea.

Kondisi serupa disampaikan Putri Purwanti, pedagang minyak goreng di Pasar Sayur Magetan. Ia menegaskan bahwa Minyak Kita nyaris menghilang dari lapaknya dalam beberapa waktu terakhir. Akibat kelangkaan tersebut, pedagang beralih ke minyak non-subsidi dengan harga terus  merangkak naik, terutama setelah Lebaran. “Semua minyak naik sekitar Rp2.000 sampai Rp3.000 per liter. Kayak Sunco sebelumnya Rp 21.000  sekarang Rp 23.000. Karena minyak kita warga nyari yang ada. Seperti minyak goreng fortune beda Rp 1000 tapi lebih baik kualitasnya tidak cepat keruh dan lebih awet untuk menggoreng,” katanya.

Baca Juga:  Program Posyandu Jiwo di Desa Sidomukti, Jadikan ODGJ Memiliki Harapan Masa Depan.

 83 total views,  3 views today