Rasi Fm – Pemerintah Provinsi Jawa Timur melirik kopi liberika ditanam oleh warga dan kerajinan anyaman bambu di Magetan menjadi Desa Devisa. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, Desa Devisa merupakan program dari lembaga pembiayaan ekspor Indonesia dimana Jawa Timur mengajukan 20 Desa Devisa karena potensi di Jawa Timur yang tinggi.
Di Kabupaten Magetan ada 2 desa yang akan diajukan ke Lembaga pembiayaan eksport pusat. Dua desa yang akan diajukan untuk menjadi Desa Devisa adalah desa yang warganya menanam kopi liberika karena tanaman kopi liberika merupakan tanaman kopi yang sangat tinggi peluangnya menjadi komoditi ekspor dunia karena sangat terbatas produksinya. Sementara Desa yang warganya berusaha di bidang anyaman bambu juga memiliki keunikan desain untuk dijadikan desa devisa.
Melalui Desa devisa para pelaku usaha pengrajin anyaman bambu dan petani kopi akan mendapat pendampingan baik desain maupun penjualan serta bantuan pembiayaan untuk pengembangan dan bantuan pemasaran produk tersebut. Dengan diassesemennya Desa Devisa maka akan sangat membantu penguatan dari prouk kreatif potensi lokal di desa yang akan berdampak kepada kesejahteraan pelaku pengrajin anyaman serta petani kopi.
“Ada produk yang sangat langka yaitu Liberika disini. Pada dasarnya liberika dan excels itu produksinya sangat terbatas di dunia. Oleh sebab itu saya minta pak bupati untuk segera melakukan identifikasi dua desa ini supaya segera dilakukan assesmen oleh LPEI Jawa Timur dan pusat. Apa keuntungannya, akan mendapat pendampingan baik desain maupun penjualan serta bantuan pembiayaan untuk pengembangan dan bantuan pemasaran produk tersebut. Tiga hal ini sangat membantu penguatan produk kreatif dan potensi lokal di desa,” ujarnya.
Gubernur Khofifah Indar Parawansa berharap Bupati Magetan segera mengajukan kedua Desa yang memiliki potensi tanaman kopi liberika dan kampung anyaman bamboo untuk dilakukan assesmen kepada Lembaga Pembiayaan Eskpor Indonesia. (DmS).