Connect with us

HUMANIS

Masih Tinggi Angka Kecelakaan di Pintu Perlintasan Kereta Api, Daop 7 Madiun Lakukan Sosialisasi Waspada Perlintasan.

Published

on

Masih Tinggi Angka Kecelakaan di Pintu Perlintasan Kereta Api, Daop 7 Madiun Lakukan Sosialisasi Waspada Perlintasan.

Rasi Fm – Masih tingginya angka kecelakaan di perlintasan kereta api membuat DAOP7 menggelar sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang. Manager Humas Daop 7 Madiun, Ixfan Hendriwintoko mengatakan, selama tahun 2021 periode Januari – November, di wilayah Daop 7 Madiun telah terjadi 11 kali kecelakaan lalu lintas di perlintasan sebidang yang mengakibatkan 12 orang luka ringan serta 24 orang meninggal dunia. Salah satu penyebab terjadinya kecelakaan pada perlintasan kereta api lantaran para pengendara yang tetap melaju meskipun sudah ada peringatan melalui sejumlah rambu yang terdapat pada perlintasan resmi. “ Dari Bulan Januari – November, di wilayah Daop 7 Madiun telah terjadi 11 kali kecelakaan lalu lintas di perlintasan sebidang yang mengakibatkan 12 orang luka ringan serta 24 orang meninggal dunia termasuk di antara Sukommoro – Mbaron truk ketemper KA Mutiara,” ujarnya.
Ixfan Hendriwintoko menambahkan, terdapat 345 perlintasan sebidang di Daop 7 Madiun dimana 205 perlintasan terjaga oleh petugas dari KAI, 10 perlintasan dijaga oleh Pemerintah daerah serta sebanyak 130 sebidang tidak terjaga. Dari 130 perlintasan yang tidak terjaga 91 perlintasan terpasang Early Warning System/ EWS sementara yang tidak terpasang EWS sebanyak 39 perlintasan. Selain itu terdapat 44 perlintasan tidak sebidang dengan rincian 1 Fly Over dan 43 Underpass. Melalui kegiatan sosialisais diharapkan akan meningkatkan kesadaran warga untuk mematuhi berhenti di perlintasan ketika kereta api akan melintas.
“ Kami ingin menekankan kepada para pengguna jalan dan masyarakat bahwa titik pintu perlintasan khususnya yang tidak terjaga ini potensi adanya terjadinya kecelakaan baik itu meninggal dunia maupun terluka parah,” imbuhnya.
Selain melakukan sosialisasi Daop 7 Madiun juga melakukan menutupan perlintasan kereta api liar. Selama periode Januari – November 2021 sebanyak 26 perlintasan sebidang liar yang ditutup dan dilakukan normalisasi jalur. Perlintasan sebidang merupakan perpotongan antara jalur kereta api dan jalan yang dibuat sebidang. Perlintasan sebidang tersebut muncul dikarenakan meningkatnya mobilitas masyarakat menggunakan kendaraan yang harus melintas atau berpotongan langsung dengan jalan kereta api.
Saat ini frekuensi KA yang melewati Stasiun Magetan sangat tinggi , sebanyak 50 KA dengan rincian 42 KA penumpang, 4 KA Barang BBM, dan 4 KA Parcel. (DmS)

Baca Juga:  Ingatkan Warga Akan Banjir, Bupati Kembali Cek Tanaman Ketapang

 427 total views,  3 views today