Rasi Fm – Harga kedelai yang terus meroket membuat pengrajin tempe di Kabupaten Magetan, mengecilkan ukuran tempe. Pengrajin tempe mendoan di Desa Terung Haryani mengatakan, dia memilih mengecilkan ukuran tempe daripada menaikkan harga tempe mendoan buatannya untuk menjaga dagangannya tetap laku.
Sebulan terakhir menurut Haryani harga kedelai di Kabupaten Magetan terus meroket dari harga sebelumnya yang berkisar antara 10 hingga 11 ribu rupiah menjadi Rp 12.000. Meski harga meroket, namun persediaan barang di pasar juga sulit didapat. Untuk mengatasi ketersediaan bahan baku tempe Haryani membeli persediaan dalam jumlah banyak.
“Tak kurangi agak kecil, satu tempe ada yang Rp 300 ada yang 250 ada yang 500 sampai 2.500 tetap harganya 2.500 tapi tak kecilin sedikit,” ujarnya.
Haryani mengaku harga kedelai meroket sejak pandemic covid melanda di awal tahun 2019. Pembatasan yang diberlakukan pada waktu itu membuat kedelai meroket dengan harga Rp 12.000 dari harga biasanya Rp 8.000.
Meski harga kedelai naik turun, namun selama pandemi covid 19 Haryani mengaku tidak pernah menerima bantuan kompensasi. Dia berharap dana kompensasi covid 19 yang justru kebanyakan diterima oleh orang mampu dialihkan untuk subsidi harga kedelai.
Meski tidak menaikkan harga namun kenaikan harga kedelai juga membuat minat membeli tempe masyarakat menurun. Haryani mengaku jika biasanya menghabiskan 1 ton kedelai dalam waktu 15 hari, namun saat ini butuh 1 bulan. (DmS)