Ekonomi
12.000 Ton Gula Petani Sempat Tak Laku di Tahun 2025, PG Redjo Sarie Targetkan 26.000 Ton Tebu dari 3.700 Hektare Tahun Ini.
Published
1 minggu agoon
By
rasinews
RASI MEDIA – Pabrik Gula (PG) Redjo Sarie resmi memulai musim giling tahun 2026 yang ditandai dengan ritual selamatan. Manager PG Redjo Sarie, Andris Dahono Saroyo, menyampaikan bahwa musim giling tahun ini menjadi momentum penting bagi peningkatan kinerja pabrik dan kesejahteraan petani. Ia menjelaskan bahwa bahan baku tebu yang digiling berasal dari lahan masyarakat dengan total luasan sekitar 3.700 hektare. Target tersebut meningkat dibanding capaian tahun sebelumnya. “Untuk tahun ini, luasan lahan mencapai 3.700 hektare dengan target tebu tergiling sebesar 3,7 juta ton. Tahun kemarin 3,2 juta ton, dan sebelumnya hanya 2,3 juta ton. Jadi ini target yang cukup besar,” ujarnya
Dari total tebu yang digiling, produksi gula diperkirakan mencapai 26.000 ton dengan rendemen 7,15. Andris juga menekankan pentingnya sinergi antara petani dan pabrik untuk mencapai target tersebut. “ Harapannya bisa menghasilkan sekitar 26.000 ton gula. Harapan kami kepada seluruh masyarakat dan petani untuk bekerja dengan baik dan profesional, sehingga giling 2026 ini berjalan lancar dan hasilnya maksimal,” imbuhnya.
Andris optimistis kondisi tahun ini akan lebih baik dibanding tahun sebelumnya yang terkendala cuaca. Terkait harga gula, pihaknya tetap mengikuti mekanisme pasar. “Tahun kemarin hujan sepanjang musim giling, sehingga cukup berpengaruh. Tahun ini hujan mulai berkurang, panas juga cukup, sehingga harapannya produksi akan meningkat.Harga gula mengikuti pasar, kemarin sudah sempat di angka Rp15 ribu per kilogram. Dengan kebijakan pemerintah yang menghentikan impor, kami berharap harga bisa semakin membaik,” jelasnya.
Sebelumnya gula sebanyak 12.000 ton Gula petnai di PG Redjo Sarie tahun 2025 tidak terserap pasar. Namun tahun 2026 Presiden Prabowo mengkau telah menghentikan import gula sehingag diharapkan akan berdampak pada kebutuhan gula di pasar yang akan mendongkrak hrag gula petani di pasar.” Kita ada HET Rp 14.500. Pemerintah, Pak Prabowo sudah stop import. Sehingga kalau sudah stop import, insya Allah harga gula akan semakin naik. Tahun kemarin tidak ada serapan gula kecil sekali serapannya karena memang ada bocoran import-import gula ravinasi. Tahun ini sudah ditepati gula saya yang ada di gunang penuh sekarang sudah mulai habis,” Pungkasnya.
112 total views, 3 views today


