Connect with us

Ekonomi

Festival Pamelo Digelar, Ingin Kenalkan Potensi Magetan Namun Waktu dan Pelaksanaan Festival Jadi Catatan.

Published

on

Festival Pamelo Digelar, Ingin Kenalkan Potensi Magetan Namun Waktu dan Pelaksanaan Festival Jadi Catatan.

 

RASI MEDIA – Bupati Magetan Nanik Endang Rusminiarti mendorong penguatan promosi jeruk pamelo sebagai produk unggulan daerah melalui Festival Pamelo. Ia menegaskan komoditas hortikultura ini telah dikenal luas dan memiliki potensi besar untuk menembus pasar regional hingga nasional. “Jeruk pamelo ini produk unggulan yang sudah terkenal, baik di tingkat regional maupun nasional,” kata Nanik.

Ia menjelaskan, pengembangan pamelo di Magetan terus meluas. Jika sebelumnya hanya ditanam di empat kecamatan, kini telah berkembang menjadi enam kecamatan sentra produksi.“Sekarang sudah ada enam kecamatan penghasil pamelo, seperti Bendo, Takeran, Sukomoro, Kawedanan, Magetan, dan Maospati,” ujarnya.

Menurutnya, festival ini menjadi momentum penting untuk semakin mengenalkan kualitas pamelo Magetan yang dikenal memiliki cita rasa khas.“Kami berharap dengan adanya festival ini, pamelo Magetan yang rasanya sangat luar biasa bisa semakin dikenal luas,” imbuhnya.

Baca Juga:  Tanggapi Dugaan Pemerasan di MTsN 4 Magetan, PJ Bupati Magetan: Akan Pengaruhi Dunia Pendidikan.

Nanik juga menyebut pemerintah daerah terus mengupayakan dukungan dari Kementerian Pertanian untuk pengembangan komoditas tersebut. Tahun ini, bantuan telah turun untuk dua wilayah dan pengajuan tambahan masih dilakukan.“Kami mengajukan ke Kementerian Pertanian. Tahun ini sudah turun dua, dan kami masih mengusulkan tambahan lagi,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan Magetan, Uswatul Chasanah, mengatakan Festival Pamelo tidak hanya menjadi ajang promosi, tetapi juga mendorong semangat petani serta sektor pariwisata.“Festival ini kita harapkan bisa meningkatkan semangat petani pamelo sekaligus mendorong pariwisata Magetan,” ujarnya.

Baca Juga:  Masker Kulit di Pasar Rakyat Haul Gubernur Soerjo Laku Sampai Amerika.

Ia menyebut sebanyak 131 peserta mengikuti festival dengan berbagai kategori penilaian, mulai dari warna, rasa, ukuran buah, hingga jumlah biji.“Pesertanya 131 dari berbagai kecamatan. Penilaiannya meliputi warna, rasa, ukuran, dan jumlah biji,” jelasnya.

Uswatul menambahkan, saat ini tanaman pamelo tersebar di enam kecamatan dengan total sekitar 264 ribu pohon. Produksi rata-rata mencapai 1,13 kuintal per pohon dengan total produksi sekitar 170 kuintal.Namun, ia mengakui produktivitas sempat menurun akibat kekeringan dan serangan penyakit tanaman.“Kalau ada serangan penyakit, produksi bisa turun sampai 40 persen,” ungkapnya.

Baca Juga:  Puan Persilakan Masyarakat Beri Masukan dan Kawal RUU TPKS

Untuk mengatasi hal tersebut, pihaknya melakukan berbagai upaya, termasuk program sekolah lapang bagi petani untuk pengendalian hama dan penyakit. “Kami lakukan pendampingan melalui sekolah lapang agar petani bisa mengendalikan penyakit sejak awal,” pungkasnya.

Sayangnya kegiatan festival pamelo yang dilaksanakan di Gedung serba guna Dinas Pertanian hanya dihadiri oleh petani yang mengikuti lomba. Lokasi yang berada di bagian belakang Dinas Pertanian juga menyulitkan warga untuk melihat langsung festival pamelo. Permilihan waktu festival juga mendajadi catatan oleh petani diaman festival seharusnya dilaksankan di puncak musim panen bukan di akhir musim panen seperti bebrapa kali festival dilaksanakan Dinas Pertanian.

 548 total views,  9 views today

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *