Connect with us

Lifestyle

Mengenal Franziska, Pelukis Jerman Yang Khawatir Penanganan Sampah di Indonesia.

Published

on

Mengenal Franziska, Pelukis Jerman Yang Khawatir Penanganan Sampah di Indonesia.

Rasi Fm – Franziska Fannert pelukis dari Jerman yang peduli terhadap pengelolaan sampah menyambangi Kabupaten Magetan saat digelar Sumberdodol virtual Art beberapa waktu lalu.

Pelukis yang mengekspresikan lukisannya dengan menggambarkan sampah yang telah merambah kemana-mana tersebut mengajak para seniman di kabupaten Magetan untuk membuat projek yang bisa memanfaatkan sampah sebagai bahan baku sehingga sampah tidak hanya dibuang namun bisa dimanfaatkan kembali menjadi bahan baku karya seni.

Pengeola Monumen Antropusen di Yogyakarta tersebut menginisiasi pembuatan monumen yang berbahan baku daur ulang sampah plastik di Magetan sehingga bisa menjadi monument pengingat masyarakat untuk mengelola sampah agar tidak mencemari lingkungan. Sejak dini menurutnya Pemkab magetan harus mengelola sampah sebaik mungkin agar keindahan alam di kaki Gunung lawu bisa lestari kealamiannya.

Baca Juga:  Dari Pendengar, Crew Radio Rasi Fm Salurkan Bantuan Sembako Kepada Buruh Gendong Pasar Sayur

“Kalau di Yogyakarta kita membuat residu plastik menjadi batu untuk mewujudkan komplek untuk kegiatan seni rupa, sarasehan dan lain sebagainya dan 2 gedung fungsional itu nanti 80 persen terbuat dari olakstik tu,” ujarnya.

Baca Juga:  Masih Meresahkan Masyarakat, Polres Magetan Tindak Tegas Pemotor Dengan Knalpot Bronk.

Franziska fannert juga mengingatkan dampak sampah yang tidak dikelola dengan baik karena sampah plastic yang tidak dikelola bisa menjadi sampah micro plastic yang bisa mencemari sumber daya alam yang berpengaruh kepada kehidupan manusia karena masuk dalam mata rantai makanan.

Selama di Kabupaten Magetan selain mengajak para seniman untuk berkarya dengan memanfaatkan sampah plastic sebagai media, Franziska juga mengajak seniman menggugah kepedulian masyarakat kan pengelolaan sampah plastic melalui karya mereka.

“Kalau sampah plastic jahatnya tidak kelihatan, karena kalau sudah berbentuk kecil mikro atau nano maka dia masuk ke rantai makanan kita, cacing malam ayam maka itu masuk mata rantai makanan. Di Jakarta sudah diukur nano plastic sudah ada diudara Jakarta, kita sudha menghirup plsastk” KATANYA.

Baca Juga:  Perketat PPKM Darurat, Ini Titik Penutupan Jalan Menuju Kota di Magetan.

Franziska fannert dalam waktu dekat juga akan melakukan pameran lukisan di Singapura. Dalam pameran tersebut dia akan memamerkan lukisan dengan tema bahaya sampah yang telah mencemari keindahan alam di Indonesia. (DmS)

 71 total views,  6 views today

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *