Connect with us

Budaya

Lagi, Kreator Film dari Magetan Sabet Juara di Tingkat Nasional

Published

on

Lagi, Kreator Film dari Magetan Sabet Juara di Tingkat Nasional

Rasi Fm – Satu lagi talenta kreator film dari Kabupaten Magetan berhasil menjuarai kompetisi pembuatan film ditingkat nasional. Adalah Hari Suseno sutradara Film Bawang Merah Bawang Putih yang berhasil menyabet juara 2 dalam festival musikalonline idefest. Sutradara Film bawang merah bawang putih Hari Suseno mengatakan, penggarapan film Bawang Merah Bawang Putih mengalami banyak kendala baik dari sisi peralatan yang seadanya seperti penggunaan alat rekam yang hanya menggunakan kamera standar hingga pendanaan yang minim ternyata tidak menyurutkan niatan pemuda lulusan university of liverpoll tersebut tetap berkarya. Dan hasil dari kerja keras mereka ternyata tidak sia sia, film yang dikerjakan dalam waktu 3 minggu tersebut menyabet juara 2 mengalahkan 13 film lainnya yang menggunakan perlatan dan tekhnologi cinematografi dengan biaya puluhan juta rupiah.

Baca Juga:  Ribut Ribut Pengembalian Uang 37 Juta Dianggap Selesai, Kasun Selawe Desa Taji Masih Harus Membiayai Proyek Jalan Desa Senilai 139 Juta Rupiah Dari Anggaran Pribadi.

“Kalau dibandingkan daerah lain, low budget. Menggunakan apa yang ada yang punyanya apa misalkan kamera kita menggunakan mirorles yang standar, kalau daerah lain mungkin kameranya menggunakan yang 50 juta kita pakai yang biasa. Kemudian dari alat audio kita pakai mike yang 200 ribuan, rekamannya kita juga pakai alat sederhana cuma laptop, editingnya juga komputer pinjaman. Lightingnya kemarin nyewa tapi ya murah 300 ribuan,” ujarnya.

Yang lebih spesial dari Film Bawang Merah Bawang Putih , film adaptasi dari legenda bawang merah bawang putih tersebut adalah film yang digarap secara musikalitas. Dalam film tersebut terdapat 5 lagu original ciptaan musisi dari Magetan yang di rekam dengan peralatan seadanya. Keindahan alam Kampung Wonomulyo dengan kabut pagi yang turun dan perbukitan menjulang ditengah ladang sayur dibalut dengan lantunan musik karya musisi Magetan mengantarkan film tersebut menjadi juara 2 dalam festival musikalonline idefest tersebut.
“Ndak cuma cinematografi tetapi perlu ada unsur kalau musikal itu ada tarian, nyanyian, sambil ada koreografi selain acting. Ke 4 unsur itu dipadukan menjadi film. Lagi disini kita bikin dari nol semua dari lirik, dari komposisi kemudian nada nadanya itu, kemudian kita juga produksi musiknya sendiri, kita rekaman juga. Kemarin membutuhkan waktu 3 hari untuk produksi musiknya,” imbuhnya.

Baca Juga:  Dinas Pemberdayaan Masyarakat: Ribut Ribut Permintaan Pengembalian Uang Proyek Jalan Desa Taji Telah Selesai, Tapi Masih Ada Ekornya

Film Bawang merah Bawang putih tersebut menceritakan bawang putih yang ikhlas menjalani hari dengan mendapat perlakuan diskriminasi dari ibunya yang merupakan ibu tiri. Bawang putih memilih menghadapi kenyataan dengan cara bersyukur, karena bagaimanapun ibu tirinya tersebut merupakan seorang ibu yang tetap merawat dirinya meski dengan perlakuan diskriminatif. Bawang Putih melihat bahwa diskirminasi yang dia terima merupakan bagian dari perjalanan hidup yang justru harus dilalui. Bawang putih justru menemukan kebahagiaan karena dia bisa bersyukur dengan keadaannya. (DmS)

Baca Juga:  Cara Hindari Lonjakan Pembayaran Listrik Jika Pemerintah Hentikan Program Listrik Gratis di Masa Pandemi Covid 19.

 629 total views,  3 views today