Connect with us

Budaya

Lomba Film Kementerian Desa, Pemuda Kampung Wonomulyo Filmkan Musik Tongling


Published

on

Lomba Film Kementerian Desa, Pemuda Kampung Wonomulyo Filmkan Musik Tongling

Rasi Fm – Mengikuti lomba film pendek yang diselenggarakan oleh TV Desa di bawah Kementrian Desa, pemuda Kampung Wono Mulyo mengemas musik tongling dalam balutan semangat anak muda. Film yang diberi judul oglangan tersebut diproduksi oleh anggota karang taruna Kampung Wono Mulyo. Sutradara film Oglangan Winarto mengatakan, film berdurasi 15 menit tersebut menggambarkan keindahan kampung Wonomulyo dan juga mengangkat kesenian musik tongling. Musik tongling merupakan musik yang dihasilkan dari peralatan music yang dibuat dari bamboo, musk khas Kampung Wono Mulyo. “Oglangan itu bahasa sini yang artinya mati lampu. Di film ini maksud oglangan adalah upaya pemuda untuk tetap mementaskan music tongling meski listrik mati,” ujarnya.
Film Oglangan menurut Winarto merupakan gambaran sebuah tantangan bagi generasi muda Kampung Wono Mulyo untuk tetap menggeluti kesenian tradisional music tongling. Film Oglangan menceritakan saat penting dimana grop music tongling harus tampil secara virtual di sebuah televisi desa. Namun disaat penting untuk memperkenalkan seni music tradisional tersebut, listrik justru padam. Segala upaya mereka kerahkan agar mereka bisa tetap tampil di TV Desa meski secara tunda. Dengan semangat tak pernah menyerah, mereka akhirnya meminjam disel agar bisa tetap memainkan music tongling dan menyiarkan aksi mereka secara tunda. Melalui penampilan tersebut, mereka berharap kesenian khas kampong mereka bisa dikenal oleh banyak orang. Beruntung ketika jam telah mendekati waktu siaran live tiba tiba listrik menyala kembali sehingga mereka bisa melakukan siaran langsung. ““Disini susah sinyal, jadi tanpa wifi ya tidak bisa siaran live. Film Oglangan atau mati lampu itu sebagai gambaran bahwa kami harus tetap semangat memelihara music tongling untuk tetap eksis,” imbuhnya.
Film yang diikut sertakan dalam lomba smartphone short film festival 2020 yang diadakan oleh TV Desa dibawah Kementrian Desa tersebut menurut Winarto merupakan penggambaran toleransi di kampung Wono Mulyo yang selalu mementingkan kerja sama meski ada perbedaan agama. Dikampung Wono Mulyo, sebagian warga merupkan pemeluk agama Budha dan sebagian lainnya beragama Islam. Namun perbedaan tersebut disatukan dalam pagelaran music tongling sebagai bentuk nafas toleransi. “ Dimusik tongling kami melepaskan perbedaan tersebut, kami bekerja sama merangkai nada untuk menghadirkan sajian music tongling,” Ucap Winarto.
Syuting sempat terhenti karena tokoh music tongling meninggal dunia.
Penggarapan film oglangan menurut Winarto sudah dilakukan sejak awal Bulan Desember 2020. Namun penggarapan sempat terhenti karena tokoh penggiat music tongling pak Sujono meninggal dunia pada Hari Sabtu (12/12/2020). Namun dengan semangat yang tersisa, Winarto meyakinkan seluruh pemain untuk menyelesaikan film oglangan sebagai bentuk penghormatan kepada sang maestro music tongling Pak Sujono. “ Kami benar benar drop waktu itu. Namun akhirnya kami bisa menyelesaikan film ini sebagai bentuk penghormatan kepada mbah Jono,” katanya.
Diawal tahun 2021 tepatnya tanggal 3 Januari 2021 film tersebut sudah tayang di channel youtube TV Desa. Winarto berharap film tersebut berhasil meraih penghargaan yang akan dipersembahkan untuk sang maestro music tongling pak Sujono. Melalui film tersebut dia berharap pemuda di Kampung Wonomulyo memiliki semangat untuk tetap melestarikan music tongling sehingga dikenal luas oleh seluruh dunia. “Film ini kami harapkan jadi penyemangat generasi muda di Kampung kami,” pungkasnya.

Baca Juga:  Ini Tanggapan Pemerintah Daerah Soal Sungai Tercemar Limbah Kotoran Sapi dan Plastik di Desa Pacalan.

 931 total views,  3 views today