Connect with us

Pendidikan

Ini Penyebab Kuota SD Sekolah Rakyat Ponorogo Belum Terpenuhi.

Published

on

Ini Penyebab Kuota SD Sekolah Rakyat Ponorogo Belum Terpenuhi.

RASI MEDIA  – Kuota peserta didik jenjang sekolah dasar (SD) di Sekolah Rakyat (SR) Kabupaten Ponorogo hingga awal tahun ajaran 2026/2027 belum terpenuhi. Dari kuota 30 siswa yang ditetapkan Kementerian Sosial, hingga kini baru sekitar 27 anak yang menyatakan siap mengikuti pendidikan berasrama tersebut.Kepala Bidang Perlindungan, Jaminan, dan Rehabilitasi Sosial Dinas Sosial Kabupaten Ponorogo, Erni Prasetyaning, mengatakan minimnya jumlah peserta bukan disebabkan kurangnya calon siswa yang memenuhi syarat, melainkan karena masih banyak orang tua yang belum siap melepas anak mereka tinggal di asrama. “Kalau SD itu memang orang tua masih belum tega melepaskan anaknya. Kekhawatirannya lebih ke psikologis. Anak masih kecil, masih bergantung kepada orang tua, sehingga mereka belum yakin,” kata Erni.

Baca Juga:  Penggiat Desa Bisa Menempuh S1 Hanya 2 Tahun, Ini Kata Rektor Unesa.

Menurut Erni, seluruh calon siswa berasal dari data keluarga sasaran yang telah ditetapkan Kementerian Sosial. Namun, tidak semua keluarga bersedia menerima tawaran tersebut sehingga Dinas Sosial harus kembali melakukan penjangkauan untuk mencari calon pengganti dengan kriteria yang sama. “Sebenarnya kuota itu sudah ditetapkan dari Kemensos. Yang menolak bukan karena anaknya tidak memenuhi syarat, tetapi karena orang tuanya masih tidak tega. Akhirnya kami mencari lagi calon lainnya yang tetap memenuhi kriteria,” ujarnya.

Dinsos bersama pemerintah desa terus melakukan pendekatan secara langsung kepada keluarga calon peserta. Petugas melakukan home visit dan sosialisasi untuk memberikan pemahaman mengenai sistem pendidikan Sekolah Rakyat yang seluruh kebutuhannya ditanggung pemerintah. Erni menegaskan peserta didik memperoleh fasilitas lengkap, mulai dari tempat tinggal di asrama, makan, seragam, pakaian ganti, perlengkapan kebersihan, hingga perangkat pembelajaran seperti laptop. “Kita tidak memasang pamflet. Kita datang satu per satu ke rumah berdasarkan data dari Kemensos. Kita jelaskan bahwa sekolah ini gratis, fasilitasnya lengkap, ada wali asuh yang mendampingi anak selama 24 jam,” katanya.

Baca Juga:  Vakum Setahun Karena Pandemi, SD Magetan 2 Kenalkan Batik Lebah Madu

Ia menilai keraguan orang tua mulai berkurang setelah melihat keberhasilan penyelenggaraan Sekolah Rakyat untuk jenjang SMP dan SMA selama satu tahun terakhir. Menurutnya, banyak siswa mampu menunjukkan prestasi akademik maupun nonakademik setelah mengikuti pendidikan berasrama. “SMP dan SMA sekarang justru melebihi kuota. Selama satu tahun ini anak-anak menunjukkan banyak prestasi, baik akademik maupun nonakademik. Itu menjadi bukti bahwa sistem pendidikan di Sekolah Rakyat berjalan baik,” ungkap Erni.

Baca Juga:  HUT ke-41, SMK PGRI 1 Magetan Gelar Turnamen Voli Antar SMP dan Sederajat untuk Jaring Atlet Berbakat

Karena gedung Sekolah Rakyat Ponorogo masih dalam tahap pembangunan, seluruh peserta didik baru akan sementara belajar di Sekolah Rakyat Kabupaten Madiun. Kegiatan orientasi atau open house dijadwalkan berlangsung pada 14 Juli 2026 sekaligus mengantarkan para siswa ke lokasi belajar. Meski kuota SD belum terpenuhi, Dinsos optimistis jumlah peserta akan terus bertambah seiring intensitas sosialisasi kepada masyarakat. Pemerintah berharap semakin banyak orang tua memahami bahwa Sekolah Rakyat tidak hanya menyediakan pendidikan tanpa biaya, tetapi juga menjamin pengasuhan, pembinaan karakter, dan kebutuhan hidup anak selama berada di asrama.

Loading

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2020 Rasi News | PT. RADIO SWARA SARANGAN INDAH FM