Connect with us

Ekonomi

Imbas Kenaikan BBM, Pelaku UMKM Pengrajin Kue di Magetan Keluhkan Naiknya Bahan Pokok.

Published

on

Imbas Kenaikan BBM, Pelaku UMKM Pengrajin Kue di Magetan Keluhkan Naiknya Bahan Pokok.

Rasi Fm – Pelaku UMKM di Kabupaten Magetan mengeluhkan naiknya sejumlah harga pokok bahan pembuatan kue. Lili Rusmiati salah satu pembuat kue kering di Desa Milangasri mengatakan, kenaikan BBM membuat bahan pokok tepung terigu naik lebih dari 50 persen, sementara bahan pokok lainnya seperti mentega gula dan minyak goreng juga mengalami kenaikan dengan prosentase berbeda beda.

Baca Juga:  Cerita Lili Rusmiati Mengangkat Pisang Gulung Wijen Hingga Menjadi Kue Khas Magetan, Panen Cuan Jelang Lebaran.

“Naiknya hampir 50 persen, dari harga 155 menjadi 235 persatu sak 25 kilo. Margarin dari 150 menjadi 170 perkartonnya, saa minyak juga naik, apalagi BBM naik bisa naik lagi juga,” ujarnya.

Lili Rusmiati menambahkan, para pelaku UMKM pembuat kue tidak bisa berbuat banyak untuk menyiasati efek dari kenaikan BBM. Selain mengecilkan ukuran mereka juga akan menaikkan harga jual kue sebesar 5 persen, harga tersebut tak sebanding dengan kenaikan bahan pokok pembuatan kue. Meski demikian mereka memilih tetap bertahan dengan keuntungan yang menipis.

Baca Juga:  Sidak Distributor Minyak Goreng, Disperindag Magetan Belum Bisa Pastikan Jumlah Stock dan Kebutuhan Masyarakat Magetan.

“Pastinya ada kenaikan sedikit soalnya dari operasional kita juga naik, naiknya ya sekitar 5 persen lah tidak sebanding dengan kenaikan bahan baku yang bisa naik 50 “, imbuhnya.

Baca Juga:  Warung Gotong Royong, Tetap Eksis Pasca Pandemi Covid 19 Melandai

Dengan adanya kenaikan bahan pokok imbas dari kenaikan BBM para pengrajin kue di Magetan berharap pemerintah kabupaten Magetan membuat kebijakan untuk memberikan ruang promosi yang sering melibatkan para pelaku umkm sehingga mesti keuntungan menipis namun mereka memiliki pangsa pasar yang luas. (DmS)

Loading

Copyright © 2020 Rasi News | PT. RADIO SWARA SARANGAN INDAH FM