Connect with us

Ekonomi

Harga Pisang Naik Hampir 2 Kali Lipat, Pengrajin Pisang Gulung Wijen di Magetan Tak Berani Naikkan Harga Jual.

Published

on

Harga Pisang Naik Hampir 2 Kali Lipat, Pengrajin Pisang Gulung Wijen di Magetan Tak Berani Naikkan Harga Jual.

RASI FM – Harga pisang di Kabupaten Magetan mengalami kenaikan hampir 2 kali lipat sejak memasuki tahun baru 2024. Lilik Rusmiati pengrajin kue pisang gulung wijen di Kabupaten Magetan mengatakan, harga pisang sebelumnya Rp 70.000 pertandan, namun saat ini petani pisang menjual hasil tanamannya per sisir dengan harga Rp 20.000, dimana dalam satu tandan bisa mencapai 8 sisir.

”Kenaikan harga pisang sebagai bahan pokok cukup tinggi hampir 2 kali lipat. Biasanya satu tandan 70 ribu tapi sekarang jualnya pesisir 20 ribu karena musim hujan ini produktifitas pisang juga terganggu sehingga hasilnya juga tidak banyak,” ujarnya.

Baca Juga:  Bunga Mawar Melimpah, Desa Bedagung Kembangkan Batik Mawar

Lilik Rusmiati menambahkan, kenaikan bahan baku pembuatan kue berbahan pisang, juga pada bahan baku lainnya seperti tepung terigu, gula pasir dan telur yang mengalami kenaikan dari 30 persen hingga 50 persen.

Baca Juga:  Siswa SMP Yang Mengurung Diri Selama 6 Bulan Menurut Dinas Pendidikan Bukan Karena Kasus Perundungan, Tapi Kurangnya Kepedulian Orang Tua.

”Kenaikan juga pada gula kemudian tepung bahkan telur juga mengalami kenaikan. Kalau bahan baku seperti gula, tepung dan telur itu naikkan kisaran 30 persen,’ imbuhnya.

Di tengah kenaikan harga bahan pokok pembuatan kue pisang gulung wijen, Lilik mengaku tak berani menaikkan harga jual. Dia juga tak berani mengurangi berat timbangan untuk menekan kenaikan harga produksi, Dia mengaku memilih bertahan dengan keuntungan menipis untuk mempertahankan usaha pembuatan kue pisang gulung wijen miliknya karena usaha tersebut juga merupakan gantungna pendapatan belasan warga sekitar yang menjadi pekerja ditempatnya.

Baca Juga:  Bantu Peternak Ayam Petelur, Forum Zakat Jawa Timur Bagikan 2 ton telur Kepada Kuli Gendong dan Panti Asuhan

”Kalau menaikan harga tidak berani karena takutnya pembeli malah lari karena apa apa ini juga naik sehingga kita tidak berani menaikkan harga, kita hanya bertahan saja dulu sambil menunggu harga bahan baku turun,” katanya (DmS)

 157 total views,  3 views today