Connect with us

Ekonomi

Kulit Langka, Volume Kegiatan Penyamakan Kulit di LIK Magetan Turun Drastis.

Published

on

Kulit Langka, Volume Kegiatan Penyamakan Kulit di LIK Magetan Turun Drastis.

Rasi Fm – Sejumlah pengrajin samak kulit di Lingkungan Industri Kulit LIK Kabupaten Magetan kesulitan mendapatkan bahan baku kulit sapi untuk disamak. Firman salah satu penyamak kulit di LIK Magetan mengatakan, sejak penyakit kulit dan kuku merebak para pengrajin penyamak kulit di Magetan kesulitan mendapat bahan baku kulit sapi akibat dari pengetatan di setiap daerah untuk mencegah penyebaran PMK.

“Sebelum Idul Adha sudah kekurangan barang, setelah idul adha harapan kita banyak bahan datang biasanya malah harganya turun. Sekarang yang dari Bali, Kalimantan, Sumatra itu kurang karena tidak bisa masuk. Biasanya harga bisa turun sekarang malah lebih mahal,” ujarnya.

Baca Juga:  Kades Tersangka Korupsi Pembangunan Embung di Magetan Diancam Hukuman 1,5 Tahun Penjara.

Firman menambahkan, karena langka harga perkilo kulit sapi juga mengalami kenaikan. Jika sebelum PMK perkilo kulit sapi seharga Rp 15,000 saat ini naik menjadi Rp 18.000.

Baca Juga:  Kedelai Mahal, Pengrajin Tempe di Magetan Kecilkan Ukuran.

Untuk menyiasati mahalnya harga bahan baku kulit untuk disamak membuat pengrajin mengurangi kegiatan menyamak. Jika biasanya satu minggu bisa melakukan kegiatan samak 3 kali dengan volume satu ton, maka saat ini pengrajin hanya melakukan satu kali kegiatan menyamak.

“Biasanya seminggu tu bisa 3 kali penyamakan sekarang bisa satu bulan sekali. Barang ada tetapi harganya mahal. Biasanya kita menyamak 1 ton kemarin harganya Rp 15.000 sekarang bisa Rp 19.000,” imbuhnya.

Baca Juga:  Sidak Pasar Jelang Nataru, Bupati Magetan Tanggapi Kenaikan Harga Sejumlah Bahan Pokok di Pasar Tradisional.

Kenaikan harga BBM saat ini juga dikeluhkan pengrajin menjadi penyebab kenaikan sejumlah bahan baku kegiatan penyamakan kulit di LIK Magetan. Para pengrajin kulit berharap ada kebijakan yang mempermudah masuknya bahan baku kulit dari luar daerah seperti dari Pulau Sumatra dan Kalimantan sehingga mereka bisa mendapatkan bahan baku dengan harga murah. (DmS)

 474 total views,  3 views today

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *